Revolusi industri keempat berhasil mengubah lanskap industri skala global. Jika sebelumnya pasar tersegmentasi jelas, kini kompetisi tidak lagi mengenal batas. Pergeseran ini jelas memberi imbas besar bagi dunia industri, tidak terkecuali industri pertambangan.  

Pasar yang bergerak dinamis membuat kompetisi di industri pertambangan semakin panas. Selain harga jual yang terus berfluktuasi, ada berbagai macam situasi yang sangat sulit terprediksi dan terkadang di luar kendali. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan saat ini berjuang mencari alternatif solusi,  menciptakan keunggulan operasi agar bisnis tetap kompetitif dan menguntungkan. Misalnya melalui efisiensi proses, peningkatan layanan pelanggan, inovasi produk, dan pemanfaatan teknologi. 

Dari berbagai macam upaya tersebut, operational excellence menjadi salah satu yang paling diminati oleh banyak pengusaha. Sebab, di era kompetitif ini perbaikan proses bisnis  menjadi sebuah solusi yang efektif. Seperti yang ditemukan LNS Research dalam penelitiannya tentang investasi yang tepat dijalankan untuk melakukan perbaikan proses bisnis, dilaporkan bahwa lebih dari 80 persen respondens yang terlibat menyatakan operational excellence atau keunggulan operasional sebagai salah satu dari tiga investasi terbaik yang harus dijalankan perusahaan.

Lalu apa yang harus dilakukan industri pertambangan agar mencapai operational excellence? Salah satunya yaitu dengan menggunakan tool bernama Overall Equipment Effectiveness atau dikenal OEE. OEE merupakan metrik kunci yang digunakan dalam Total Productive Maintenance (TPM), fungsinya yaitu untuk mengukur tingkat availability, performance dan quality yang dihasilkan dari suatu proses atau  equipmentAvailability merupakan indikator yang mengarah pada kehandalan mesin dengan mengacu pada indikator lama waktu mesin downtime dan lama waktu setup dan adjustment. Sementara performance mengacu pada indikator yang menunjukkan seberapa sering mesin menganggur, mogok, dan mesin jalan dengan kecepatan rendah. Sedangkan Quality adalah indikator untuk seberapa banyak scrap atau rework pada sebuah proses, dan berapa banyak scrap yang terjadi saat mesin start up. Nah, dengan menggunakan perhitungan OEE inilah kita akan mendapatkan suatu nilai hasil analisa yang kemudian bisa membantu perusahaan mendapatkan akar permasalahan dan menentukan tindakan perbaikannya

Baca juga  Inilah 3 Pelajaran Penting Tentang Bisnis dari Film Ford v. Ferrari

Penting untuk diketahui bahwa implementasi OEE di industri pertambangan berbeda dengan implementasi di manufaktur. Perbedaan ini muncul karena klasifikasi data yang diperlukan di industri tambang lebih bervariasi dari satu peralatan ke peralatan lain. Seperti kita tahu pertambangan memiliki proses operasi yang berseri, mulai dari serial pengeboran, peledakan, pemuatan, pengangkutan dan pembuangan.  Terlebih, lingkungan operasi ini sangat dinamis dengan banyak hal yang sulit diidentifikasi namun berpengaruh langsung terhadap pemanfaatan peralatan secara drastis. 

Karena memiliki serangkaian proses, produksi peralatan yang digunakan di setiap tahapan sangat tergantung pada produksi peralatan yang digunakan sebelumnya. Mengingat kapasitas peralatan pertambangan sangatlah besar, maka peningkatan value menggunakan OEE terhadap total produksi dan financial benefit akan sangat signifikan.

Berdasarkan pengalaman SSCX International, perusahaan konsultan operational excellence terbaik di Indonesia yang telah menangani beberapa klien di industri pertambangan ini menemukan bahwa nilai parameter OEE sangat dipengaruhi oleh Losses atau kerugian yang ada sepanjang proses penambangan tersebut. Jika diperinci, 10 Big losses yang paling berpengaruh di industri pertambangan adalah ;

1. Nonscheduled time                       

2. Scheduled maintenance time        

3. Unscheduled maintenance time    

4. Setup and adjustment time            

5. Idle time without operator             

6. Truck waiting time                         

7. Propel time                                    

8. Time losses due to job conditions  

9. Speed loss                                     

10.Quality loss  

Kemampuan perusahaan untuk mengendalikan big losses faktor tersebut akan menjadi faktor kunci dalam usaha meningkatkan nilai OEE di industri pertambangan. SSCX International sangat menyarankan agar setiap pelaku industri pertambangan mampu memahami dan mengimplementasikan metode peningkatan OEE sebagai sebuah strategi efisiensi yang sangat efektif untuk menghadapi kondisi bisnis pertambangan yang sangat dinamis.

Baca juga  Inilah 3 Pelajaran Penting Tentang Bisnis dari Film Ford v. Ferrari

Tentang OEE 

OEE merupakan perhitungan yang digunakan untuk memantau efektivitas suatu mesin. Khusus perusahaan yang mengandalkan produktivitas mesin produksi, OEE menjadi salah satu indikator utama. Dengan menggunakan OEE produktivitas tenaga kerja dan efektivitas peralatan pabrik akan meroket. Kok bisa? Simak penjelasan singkat berikut!

SSCX International sebagai perusahaan konsultan operational excellence memiliki dua jenis layanan untuk membantu perusahaan sukses mengimplementasikan OEE, yaitu jasa pelatihan dan implementasi. Selama ini SSCX International dikenal luas oleh klien dan komunitas operational excellence sebagai perusahaan konsultasi dan implementasi yang tak hanya memberikan service tapi juga menggaransi hasil. Tunggu apalagi, segera hubungi 021 576 3020 tim marketing SSCX siap membantu Anda untuk menjadwalkan pertemuan dengan konsultan/ekpertis SSCX, gratis! Informasi lebih lanjut bisa Anda temukan di website www.sscxinternational.com.