Kita cenderung berkeyakinan bahwa pengetahuan tentang teknologi, manajemen, dan kecerdasan adalah unsur penting menjadi pengusaha sukses. Nyatanya, ini tidaklah mutlak. Ketua eksekutif Alibaba Group, Jack Ma tidak memiliki ketiganya ketika memulai bisnisnya pada tahun 1995 lalu.

Ma percaya karier awalnya sebagai guru adalah apa yang membuatnya menjadi pengusaha terkenal seperti saat ini. “Satu-satunya yang membuat saya menjadi pengusaha sukses adalah latar belakang mengajar saya,” kata Ma ketika berbicara di World Economic Forum di Tianjin, China.

Sebelum memulai Alibaba, Ma mengalami penolakan hingga 30 pekerjaan dan kemudian memutuskan untuk memulai perusahaan berbasis internet. Di dalam forum, Ma mengatakan bahwa dia tidak tahu tentang teknologi dan tidak tahu bagaimana sebuah bisnis dapat dijalankan, tetapi dia yakin tentang kualitas dirinya sebagai seorang guru bahasa Inggris, yang merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan bakat.

Saat ini, Ma adalah salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih sebesar $ 37 miliar versi Forbes 2018.

Tetapi jauh di luar dugaan, Ma memutuskan untuk pensiun dini. Minggu lalu, pria berusia 54 tahun itu mengumumkan pengunduran dirinya dari Alibaba Group, yang mengundang banyak pertanyaan tentang keputusannya tersebut. Ma adalah salah satu pebisnis yang inspiratif di dunia. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari salah satu orang terkaya di dunia versi Forbes 2018 dengan kekayaan bersih mencapai $ 37 miliar, berikut diantaranya :

1. Melakukan Lebih Banyak Hal untuk Mengembangkan Minat
Ketika ditanya tentang keputusannya pensiun lebih awal, Ma dengan jelas mengatakan, “Saya tidak ingin mati di kantor. Saya bisa mati di pantai, saya akan merasa sangat bahagia. Saya lebih suka mati di pantai.”

Baca juga  Presdir PT Astra Komponen Indonesia : Pemimpin Harus Punya Visi Besar

Berbicara tentang latar belakangnya sebagai seorang guru bahasa Inggris, ia menambahkan, “Saya dulu adalah seorang guru. Itu bukan tren dalam bisnis. Tapi seiring berjalannya waktu, saya memiliki tim yang sangat bagus, tetapi tidak ada keberuntungan yang akan bersama Anda sepanjang waktu. Kami perlu memperpanjang keberuntungan, jika Anda ingin melakukannya; Anda perlu menawarkan lebih banyak peluang kepada orang lain, yang berarti Anda juga telah memberi diri Anda lebih banyak peluang. ”

Tentang keinginan dan minatnya yang lain, dia berkata, “Anda dilahirkan untuk melihat kehidupan dan mencoba hal-hal yang berbeda karena hidup bukan hanya tentang pekerjaan. Banyak hal yang saya minati selama 20 tahun terakhir, saya merasa menyesal karena saya tidak punya waktu dan kemampuan untuk melakukannya. Tapi hari ini saya punya waktu dan kemampuan mengembangkan hal-hal baru ini.”

2. Perlunya investasi “people” di organisasi
Ma mengklaim investasi uang untuk pengembangan orang adalah tanda kesuksesan miliarder. Pada World Economic Forum 2017, Ma berbicara tentang pentingnya mengeluarkan uang untuk orang-orang yang berada di bisnisnya.

Dia berkata, “Sebagai seorang pebisnis, kekhawatiran saya adalah selalu dari mana uang itu berasal dan kemana perginya.” Dia juga berbicara tentang bagaimana seorang pengusaha harus mengeluarkan uang untuk membangun infrastruktur, termasuk pengembangan karyawan. “Tidak semua orang bisa kuliah di Universitas Harvard. Kita harus mengeluarkan uang untuk orang-orang yang tidak mampu membayar biaya pendidikan, ”tambahnya.

3. Kesuksesan bukan hanya untuk orang pintar
Jika Anda berpikir bahwa Anda harus pintar untuk menjadi sukses, Anda salah!

Berbagi perjalanannya, pengusaha berusia 54 tahun itu berkata, “Saya tidak tahu apa-apa tentang teknologi atau manajemen sebelum memulai bisnis. Masalahnya adalah Anda tidak harus tahu banyak hal. Anda harus menemukan orang-orang yang lebih pintar dari Anda. Selama bertahun-tahun, saya selalu berusaha mencari orang yang lebih pintar dari saya. Dan ketika Anda menemukan begitu banyak orang pintar, maka tugas saya adalah memastikan bahwa orang pintar dapat bekerja bersama. Dan kemudian jika orang pintar dapat bekerja bersama. Visi yang Anda yakini menjadi lebih mudah. Karena orang bodoh dapat bekerja bersama dengan mudah, orang pintar tidak akan pernah bisa bekerja sama.”

Baca juga  Lambat Berinovasi, Sears Tersingkir dari Pasar

Ma menyarankan ketika berusia 20-30 tahun, kita bekerja di perusahaan untuk belajar sebanyak mungkin tentang pekerjaan. Ketika berusia 30-40 tahun, jika kita ingin melakukan sesuatu (bisnis) sendiri, maka lakukan saja. Kita masih bisa kalah atau gagal. Tetapi ketika kita berusia 40-50 tahun, Ma menyarankan untuk kita melakukan hal-hal yang kita kuasai. Dia juga menambahkan,” Ketika Anda berusia 50-60 tahun, Anda harus menghabiskan waktu pelatihan dan mengembangkan generasi muda, generasi berikutnya. Ketika Anda berusia 60 tahun, Anda harus menghabiskan waktu bersama cucu Anda,” tutupnya.

sumber : entrepreneur.com