Banyak perusahaan yang menjadi besar karena budaya yang dikembangkan, Toyota misalnya. Pada tahun 1950, Toyota dihadapkan dengan masalah pegawai. Banyak pegawai yang melakukan pemogokan kerja yang kemudian berimbas pada keberlangsungan perusahaan. Setelah munculnya permasalahan tersebut Toyota melahirkan budaya yang dikenal “The Toyota Way”, dengan inti budaya harus mendukung orang dalam pekerjaannya.

Fakta telah membuktikan perusahaan yang berkinerja unggul mempunyai budaya yang dijunjung tinggi oleh anggota perusahaan. Bagaimana membentuk budaya yang baik untuk perusahaan?

1.Perusahaan harus menentukan terlebih dahulu visi, misi, dan program kerja yang jelas sehingga setiap sikap dan perilaku anggota sejalan dengan tujuan perusahaan.

2.Sistem rekruitmen, rekruitmen yang benar akan membawa orang yang cocok untuk bergabung dalam perusahaan. Ada beberapa perusahaan yang harus kehilangan SDM terbaiknya karena ketidakmampuan mentransmisikan nilai budaya kepada anggotanya.

3.Peran Manajemen Puncak, manajemen harus menjadi role model sebagai acuan penerapan budaya perusahaan. Manajemen harus mampu membuat dan mensosialisasikan mekanisme yang bisa digunakan oleh seluruh anggota perusahaan, misal sistem reward dan punishment.

Tujuan dari penerapan budaya tidak lain adalah meningkatkan kapasitas SDM sehingga mampu melakukan perbaikan yang berkelanjutan. Sudahkah anda merefleksi budaya perusahaan? []

Artikel Terpilih di Inbox Anda
Ya, tim konsultan SSCX akan memilihkan artikel dan ide menarik untuk Anda!

Kami akan mengirimkan maksimal 1 email per minggu dan Anda dapat unsubscribe kapan saja. Dengan berlangganan, Anda diberikan 1 ide yang bisa mengubah proses dan produk Anda lebih baik lagi.