Empowerment, atau dikenal “pemberdayaan” merupakan sebuah istilah yang cukup populer di dunia manajemen. Istilah ini menekankan pada keterlibatan, partisipasi seluruh anggota team. Setiap karyawan diharapkan mempunyai kemampuan, terlibat langsung dan memiliki pengaruh atas pekerjaan mereka. Ini termasuk kemampuan mereka untuk membuat keputusan tentang kapan mereka bekerja, bagaimana mereka melakukan pekerjaan, dan apa prioritas mereka.

Jika Anda seorang  eksekutif atau pemimpin di perusahaan, Anda tidak perlu panik ketika harus menyerahkan kendali kepada team. Korelasi langsung antara wewenang dan keterlibatan karyawan selalu linear.  Organisasi dengan keterlibatan karyawan yang tinggi adalah organisasi yang memberikan wewenang sama tinggi kepada karyawannya. Nah, jika Anda berinisiasi memberdayakan tim, Anda bisa mulai dengan melakukan sedikit perubahan pada beberapa hal.

Pertama, pola komunikasi. Mulai berkomunikasilah secara terbuka kepada karyawan Anda. Tidak ada yang tersembunyi, tidak ada yang ditahan, buatlah kebijakan yang 100% transparan. Apabila karyawan memberikan umpan balik yang negatif, maka kembalikan ke team dan minta bantuan ke mereka. Meskipun Anda tahu apa yang terbaik, tetap lakukan dialog terbuka untuk mendorong keterlibatan team.

Kedua, sediakan visual work atau papan pekerjaan. Dengan memperkenalkan alat visual sederhana seperti papan tulis putih untuk melihat proyek atau spesifikasi tugas yang sedang dikerjakan orang, Anda dapat membantu tim terlibat dalam perencanaan kapasitas. Karyawan dan tim mereka secara alami mulai saling mendukung dalam pekerjaan saat mereka mengetahui apa yang orang lain di sekitar mereka kerjakan.

Ketiga, ajukan lebih banyak pertanyaan. Pertanyaan mempunyai kekuatan yang lebih besar dari sekedar jawaban atau arahan. Semakin banyak pemimpin berkata kepada bawahan, kemungkinan mendengar karyawan pun semakin kecil. Dengan menanyakan apa gagasan mereka berarti Anda membantu melibatkan mereka dalam mengidentifikasi pekerjaan yang harus mereka lakukan.

Keempat, tambah intensitas tatap muka. Sediakan waktu lima belas menit untuk sebuah pertemuan,  mendiskusikan rencana di hari tersebut dan yang terpenting berikan kesempatan kepada setiap orang untuk membuka diri, apapun yang ada dalam pikiran mereka.

Keterlibatan anggota team akan sangat tergantung dengan pola kepemimpinan yang Anda pilih. Bagi organisasi dan pemimpin yang telah berhasil memperkenalkan pemberdayaan, karyawan akan dengan sendirinya mendedikasikan waktu dan fikiran mereka untuk turut terlibat dalam setiap proses pekerjaan sehingga produktivitas perusahaan pun meningkat. Tidak perlu ragu, Anda bisa membuktikannya sendiri!

Baca juga  Pentingnya Menjalankan Kaizen Event