Teknologi telah menjadi kunci bagi industri manufaktur untuk terus maju. Dalam 25 tahun terakhir, sebagian besar produsen telah menerapkan teknologi baru dalam berbagai bentuk, dengan tujuan meningkatkan output dan meningkatkan pendapatan.

Sekarang, industri manufaktur sedang menghadapi tantangan lebih lanjut: implementasi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan kenaikan bisnisnya. Apa itu IoT? Sebuah laporan BI Intelligence mendefinisikannya sebagai “perangkat yang terhubung internet yang dapat dipantau dan/ atau dikendalikan dari lokasi terpencil.” Menurut BI, setiap perusahaan yang menggunakan solusi IoT memanfaatkan ekosistem IoT, yang terdiri dari hal-hal seperti sensor, perangkat, remote, dasbor, jaringan, gateway, analitik, penyimpanan, dan lainnya.

Perusahaan Manufaktur yang memimpin adopsi IoT, berdasarkan prediksi BI mereka akan menginvestasikan $ 70 miliar dolar pada 2020. Nampaknya, industri manufaktur melihat ROI tertinggi dari IoT dibandingkan dengan industri lain.

Big Bang IoT adalah untuk “maintenance

Bagaimana cara produsen memanfaatkan IoT? Ada banyak cara, tetapi salah satu yang paling signifikan dan bermanfaat adalah untuk maintenance atau perawatan.

Otomatisasi perawatan menggunakan teknologi seperti memasang sensor pada peralatan memberikan sejumlah manfaat. Ini dapat meningkatkan kesadaran situasional operasi pabrik dan kondisi peralatan secara real-time. Informasi pemeliharaan dalam tampilan ringkas dapat dilihat oleh para staf melalui dasbor dengan pengukuran waktu dan kinerja yang real time. Hal ini dapat memberikan peringatan otomatis semacam peringatan dini sehingga staf punya cukup waktu untuk bertindak dan mencegah gangguan yang lebih serius. Dan, jika pabrikan sudah mengadopsi konsep lebih jauh, seperti predictive maintenance, peningkatan fungsi analitik akan mempengaruhi kinerja, output, dan efisiensi.

Apa manfaat utama penerapan IoT dalam pemeliharaan fasilitas manufaktur? Secara umum, IoT memiliki efek terbesar pada:

Downtime. Dengan mengidentifikasi potensi masalah sebelum terjadi, IoT dapat meminimalkan dan bahkan menghilangkan downtime, terutama hal yang bisa mempengaruhi kualitas produk, dan biaya penggantian untuk mesin yang sangat tinggi.

Efisiensi produksi. Dengan fasilitas Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Total Effective Equipment Performance (TEEP), IoT dapat membantu menciptakan peningkatan produksi dan penghematan jangka panjang.

Failure Rates. Tidak ada efisiensi produksi yang sepadan jika produk gagal dan harus ditarik kembali. Melalui penggunaan IoT dalam pemeliharaan, tim dapat fokus mengenali potensi masalah sebelum mulai terjadi kerusakan mesin.

Intrusiveness. Pemeliharaan preventif dapat melibatkan pembongkaran/ pemasangan kembali mesin, yang dapat melemahkan sistem dan meningkatkan potensi gangguan. IoT dapat memfasilitasi pemeliharaan prediktif, melihat permasalahan sistem atau kondisi suatu komponen secara realtime, tanpa mempengaruhi masa pakai sistem dan mesin.

 

Sumber : mbtmag