Operational excellence akan berkelanjutan jika perusahaan berhasil menerapkan sejumlah prinsip yang berorientasi pada perubahaan pola pikir. Berikut ini empat kerangka berfikir sustainable operational excellence mengantisipasi kecenderungan mindset sektoral dan isolatif.

End to End Thinking. Dalam manajemen ramping, end-to-end berpengertian mengoptimalkan kinerja dan efisiensi langkah-langkah di setiap proses. Memastikan penyelesaian komperhensif, tepat waktu dalam memproduksi barang atau menyelesaikan layanan, menghilangkan sebanyak mungkin hambatan-hambatan prosedural.

Dont blame the people but blame the process. Ibarat piramida permasalahan, people berada pada lapisan dasar. Jika teradi permasalahan atau defect pola pikir ini membantu melihat persoalan secara menyeluruh atau top down allignment, mulai dari lapisan atas manajemen sampai ke lapisan paling bawah.

There is no best process but better process. Yahoo mungkin tak akan pernah menyangka akan jatuh dan diakuisisi perusahaan lain. Hal tersebut menjadi contoh betapa sebuah perusahaan tak bisa menyatakan process bisnisnya yang paling baik, karena perubahan menjadi keniscayaan. Perbaikan yang sifatnya berkelanjutan harus terus dilakukan untuk bertahan menghadapi perubahan.

Don’t hide the problem, the problem are opportunity. Saat seorang leader turun lapangan dan bertanya “bagaimana pekerjaanmu, ada masalah?” Kemudian karyawannya menjawab bahwa selama ini proses produksi lancar, sesuai target, tak ada down time dan defect. Jika hal demikian yang terjadi, dari sudut pandang operational excellence bukan berarti tak ada masalah, namun masalah ada pada pelaksana. “If there is no problem, you are the problem”. Menyembunyikan masalah bukan sebuah solusi, karena operational excellence bukan berarti nir masalah, sebaliknya setiap masalah yang muncul merupakan indikasi munculnya problem solving.

Sustainable operational excellence membutuhkan komitmen dari leader. Selain itu melaksanakan operational excellence secara berkelanjutan harus memperhatikan tiga aspek utama yaitu process, people dan system. Melalui proses yang efektif dan efisien produk akan lebih berkualitas dan cepat merespon kebutuhan konsumen atau pelanggan. Di sisi lain untuk mendukung proses tersebut dibutuhkan orang-orang berkompeten serta infrastruktur sekaligus mekanisme pelaksanaan program operational excellence di perusahaan.[]

Baca juga  5 Alasan Mengapa Empati Menjadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Seorang Leader