Empati pemimpin berpengaruh langsung terhadap produktivitas karyawan.

Studi yang dilakukan oleh Development Dimensions International (DDI) menunjukkan bahwa empati adalah kemampuan terbesar yang dibutuhkan pemimpin saat ini. “Mampu mendengarkan dan menanggapi dengan empati merupakan salah satu keahlian interaksi yang lebih cemerlang dibanding keahlian lain,” ungkap Richard S. Wellins, wakil presiden senior DDI dikutip SHIFT Indonesia dari fastcompany (11/12).

Temuan DDI ini pun mendapat dukungan dari Dianne Crampton.  Penelitiannya di Universitas Gonzaga mengemukanan bahwa “Empati merupakan nilai universal tim yang mendorong komitmen dan kerja sama yang lebih tinggi di tempat kerja.” Menyadari hal tersebut, beberapa perusahaan pun  mulai mengirim karyawannya untuk mengikuti pelatihan empati. Menurut Wall Street Journal, 20 persen pengusaha mendukung pelatihan ini, yang secara substansial terus naik dalam 10 tahun terakhir ini.

Berikut adalah lima alasan mengapa empati menjadi keterampilan kepemimpinan nomor satu:

  1. Mendorong loyalitas

Salah satu tantangan terbesar perusahaan adalah mempertahankan karyawan berbakat. Salah satu alasan yang sering dikutip orang untuk meninggalkan perusahaan adalah kurangnya kepercayaan dan penghargaan yang mereka dapat. Empati meningkatkan kepercayaan, karyawan akan merasa dihargai dan dipedulikan. Baik itu dalam hubungan pribadi ataupun organisasi, seseorang akan cenderung bertahan ketika dirinya merasa didengar, dihargai, dan diperhatikan.

  1. Menumbuhkan engagement

Ketika ada seseorang yang dekat dengan Anda memperhatikan bagaimana perasaan Anda, maka secara otomatis Anda akan terdorong untuk melakukan lebih banyak hal untuk mereka. Hal ini juga berlaku di perushaan, ketika para pemimpin menunjukkan kepedulian yang tinggi ke karyawan, maka reaksi timbal balik akan dimulai. Organisasi yang sukses sadar akan hal ini dan terus mencari cara untuk memperhatikan, memuji, dan menemukan cara untuk menunjukkan penghargaan kepada karyawannya.

  1.  Memacu kinerja
Baca juga  Mengapa Proyek Perubahan Banyak yang Gagal? Berikut Alasannya,

Ketika empati meresap ke seluruh perusahaan, maka kinerja tim akan meningkat. Konflik di perusahaan juga akan menurun. Kolaborasi yang baik ini akan meningkatkan koordinasi dan produktivitas tim.

  1. Kepuasan kerja meningkat

Karyawan yang merasa dilihat, didengar, dan dihargai akan merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka. Ketika kepuasan kerja meningkat maka hal baik lain juga akan mengikuti, tingkat absensi, misalnya. Sementara karyawan yang belum merasa mendapat komitmen dan perhatian penuh dari perusahaan akan kekurangan motivasi kerja. Alasannya karena mereka merasa tidak ada yang peduli dengan pekerjaan mereka, jadi mengapa mereka harus peduli?

  1. Mendorong kreativitas

Orang-orang yang menganggap dirinya sebagai bagian dari organisasi yang dihargai akan cenderung berani mengambil risiko lebih banyak dan mencari cara untuk meningkatkan nilai organisasi. Mereka dengan sukarela meluangkan waktu dan energi untuk ide-ide baru, melakukan perbaikan proses untuk pekerjaan mereka sendiri dan juga kemajuan organisasi. Komitmen yang kuat ini akan meningkatkan keinginan mereka untuk menemukan cara kerja yang baru, lebih baik, dan lebih efisien.