Setiap proyek memiliki risikonya masing-masing, termasuk risiko gagal. Selain faktor komitmen dan komunikasi, masih ada beberapa penyebab proyek perbaikan tidak berjalan sesuai rencana. Berikut adalah daftar teratas yang kami temukan di lapangan beserta solusinya:   

  1. Scope dan pemilihan proyek yang tidak tepat. Solusinya Anda bisa mulai menyusun standarisasi dan pedoman pemilihan proyek, berhati-hati dalam menentukan scope (ruang lingkup), dan melibatkan top manajemen.
  2. Waktu yang tidak cukup. Maka penting untuk segera mendiskusikan dengan HR tentang alokasi waktu untuk tim dan membuat sistemnya. Anda juga harus menyesuaikan ruang lingkup dengan waktu yang tersedia, dan mulai berdiskusi dengan tim tentang alokasi kebutuhan waktu setelah charter dibuat.
  3. Tidak terintegrasi dengan sistem perusahaan. Solusinya adalah memetakan semua disiplin ilmu yang sedang diimplementasikan di organisasi anda, diikuti pelatihan dan coaching dengan mentor yang berpengalaman.
  4. Tidak menguasai metode. Untuk mengimplementasikan proyek perubahan dibutuhkan 3 unsur, infrastruktur yang lengkap (tim, pemimpin proyek, owner, champion), strategi (selaras dari atas hingga bawah), dan metodologi yang terbukti mampu mensinergikan kinerja proses dengan visi.
  5. Kurang memahami tujuan proyek. Komunikasikan program perbaikan secara berkala dan konsisten. Anda juga harus bisa menunjukkan data yang akurat, faktual, jelas dan mudah dipahami. Sesuaikan gaya bahasa sesuai dengan level jabatan. Hindari asosiasi program dengan rasionalisasi SDM

Baca juga  Menjadi “Agile” untuk Lebih Produktif