tingkatkan kualitas manufaktur

Setiap lini produksi pasti mengalami masalah dari waktu ke waktu. Namun kesalahan yang berulang-ulang bukan lagi menjadi sesuatu yang bisa ditolerir. Memastikan kualitas produksi adalah pekerjaan utama seorang pemimpin. Berikut lima ide yang disumbangkan oleh seorang pakar Lean Six Sigma, John Mills:

1. Berikan Penghargaan untuk Kesuksesan

Terdapat seutas benang halus yang memisahkan antara pembunuhan kreatifitas dengan mengurangi critical error di lini produksi. Rancanglah sistem yang menghindari adanya hukuman untuk kesalahan. Alih-alih menghukum ketika tim berbuat kesalahan, berilah hadiah dan penghargaan kepada mereka yang sukses dalam meningkatkan output produksi atau mengatasi masalah-masalah serius dalam proses. Carilah keseimbangan yang menguntungkan dan jagalah agar karyawan mampu memberikan performa yang demikian, secara konsisten.

2. Lakukan Pengukuran Terhadap Perfroma Tim

Hindari kebiasaan menyalahkan satu orang jika terjadi masalah pada lini. Lakukanlah pengukuran atas performa tim. Ingatkan tim akan tujuan bersama (dan shared value perusahaan) untuk mendorong kebersamaan dalam diri mereka, ketika mengejar output yang terbaik. Lalu berilah penghargaan secara kreatif ketika tim anda mampu melampaui target dengan mulus.

3. Hindari Abstrak

Jangan pernah lari dari masalah. Jika lini produksi pernah mengalami penyimpangan, pastikan penyimpangan dan solusi yang  pernah diterapkan diinformasikan kepada karyawan baru. Lakukan internalisasi masalah. Bukan untuk mengungkit rasa bersalah, tapi agar setiap orang yang bertugas di sekitar lini tahu jalan mana yang aman untuk mereka ambil.

4. Lakukan Studi Atas Kisah Sukses Orang Lain

Berikan dorongan kepada karyawan untuk belajar dari rekan-rekan sesama karyawan yang sebelumnya berhasil memecahkan masalah. Bagaimana sebuah lini dengan tingkat keamanan paling tinggi di-maintain? Apa yang membuatnya sangat aman? Jika memungkinkan, undanglah pemimpin yang bertanggung jawab atas lini yang menjadi percontohan tersebut untuk berbicara kepada tim anda mengenai proses dan pelajaran yang dapat diambil. Tulislah pertanyaan, jawaban, dan ide-ide sebagai bahan untuk review reguler.

5. Lakukan Proses atas Produk

Jangan biarkan tim anda terlena dengan kesibukan mencari output sehingga mengabaikan prosedur keamanan. Mendokumentasikan proses yang aman dengan cermat akan mencegah karyawan (khususnya yang baru) menempuh resiko yang mempertaruhkan keselamatan diri mereka dan orang lain. Atau lebih buruk, keselamatan pelanggan.

Baca juga  Gen Z : Generasi Pekerja Keras yang Paling Sulit Masuk Dunia Kerja

Manufaktur adalah sebuah bisnis yang sangat sedikit mentolerir error. Perjuangan keseimbangan pada lini anda. Beri penghargaan pada rim yang mampu menemukan cara untuk secara kreatif meningkatkan output tanpa mengorbankan keselamatan. Simpan penalti hanya untuk kesalahan-kesalahan yang paling serius.

Dan jangan lupakan sejarah. Setiap lini produksi akan mengalami masalah dari waktu ke waktu, namun masalah yang terus berulang benar-benar tidak dapat ditolerir.***

 

Sumber: Industry Week.