Mengidentifikasi peluang dan membangun platform baru untuk berkolaborasi diperlukan agar perubahan di organisasi benar terjadi. Saat ini perubahan sistem menjadi isu besar bagi organisasi bisnis. Masalah yang kita hadapi akan terus meningkat dan semakin kompleks, karenanya kita membutuhkan suatu pendekatan yang sistemik jika ingin membuat perubahan yang diperlukan.

Orang-orang dan organisasi pun kini semakin tertantang untuk menemukan panduan atau pedoman yang dapat mereka gunakan untuk membuat perubahan sistem. Dikutip SHIFT Indonesia dari Guardian, berikut adalah enam strategi terbaik yang memungkinkan perubahan sistem terjadi di organisasi:

1. Merangkul Semua Karyawan
Perubahan sistem dimulai oleh orang-orang yang siap untuk memimpin diri mereka sendiri dan organisasi mereka. Jika Anda ingin perubahan terjadi, maka Anda harus memiliki semua sumber daya yang mendukungnya. Dalam beberapa kasus itu bisa berarti waktu, biaya, atau keterampilan SDM.

Waktu adalah atribut khusus yang dibutuhkan oleh karyawan. Jika kita ingin mereka menggunakan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan sekaligus meluangkan waktu untuk melakukan perbaikan, kita harus benar-benar memberi mereka waktu yang cukup. Seringnya, kita ingin para karyawan bekerja sebagai tim untuk melakukan perbaikan. Artinya, mereka harus siap bekerja lintas fungsi. Oleh karena itu, kita harus tahu bahwa kita harus menjadwalkan waktu untuk tim berkumpul dan melakukan koordinasi. Kita juga harus memahami bahwa perubahan tidak terjadi sekejap mata, terkadang diperlukan waktu hingga bertahun-tahun untuk menemukan orang yang tepat di organisasi yang tepat. Namun ini adalah fondasi yang harus kita bangun untuk menciptakan masa depan.

2.Menemukan peluang
Berdasarkan sifatnya, sistem itu kompleks dan kita tidak akan pernah tahu dimana dan kapan mereka akan berubah. Kita harus belajar dan terus belajar untuk memahami kondisi dunia, ini akan membantu kita menemukan peluang. Kita perlu melakukan pemetaan untuk menganalisa lanskap bisnis.

Baca juga  Mengenal Peran Green Belt dan Black Belt dalam Manajemen Perubahan

3.Menyelaraskan visi dengan sistem 
Terkadang kita tidak menyadari bahwa semua upaya yang kita lakukan telah mengarah pada penyelesaian masalah yang sedang kita hadapi. Kita sering terjebak dengan cara-cara kita saat ini dalam melakukan sesuatu. Sementara untuk sustain, kita dituntut untuk mengambil pendekatan yang mengakui bahwa sistem organisasi kita merupakan bagian dari sistem ekologi yang lebih luas. Kita perlu membuat visi dan tujuan yang membantu kita beralih ke perspektif ini.

4.Melakukan eksperimen

Perubahan tidak akan terjadi sebelum kita membuat sesuatu yang baru. Kita bisa belajar dari sistem kehidupan kita. Sistem kehidupan kita berubah setelah melalui eksperimen yang berevolusi dan mampu mengubah dunia. Dari fakta ini kita bisa katakan bahwa organisasi perlu melakukan eksperimen secara terus menerus untuk menemukan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.  

5.Menciptakan Platform inovasi 

Menciptakan inovasi baru atau proyek percontohan tidak akan membuat perubahan sistem terjadi. Kita harus memiliki platform pendukung yang mampu mempercepat skala dan jangkauan perubahan, yaitu dengan menghubungkan aktor dan fungsi yang berbeda sehingga ide dan inovasi yang radikal bisa bergabung dan membantu mengubah sistem.

6. Komunikasi yang Efektif 

Untuk membuat perubahan, kita perlu narasi baru untuk karyawan. Disini kita perlu menjadi lebih baik dalam berkomunikasi dan melakukan dialog lebih luas tentang budaya organisasi.