7 habits of highly effective people - shift indonesia

Sudah 12 tahun berlalu sejak saya pertama kali membaca “The 7 Habits of Highly Effective Teens” yang ditulis Sean Covey berdasarkan buku yang disusun sang ayah, Stephen R. Covey, “The 7 Habits of Highly Effective People”. Saya masih ingat bagaimana buku tersebut mengubah saya, melatih saya untuk selalu mengembangkan dan membuat tujuan-tujuan saya menjadi kenyataan. Saat ini saya duduk di hadapan komputer, menulis artikel soal improvement dan, wah, saya tersadar betapa saran-saran Mr. Covey dalam bukunya begitu relevan untuk membantu setiap orang meningkatkan kualitas kerja dan menghebatkan pencapaiannya.

Sayapun menjelajah internet untuk menemukan referensi pendukung, dan menemukan tulisan oleh Lisa Quast untuk Forbes.com. Tulisannya membahas aplikasi konsep 7 Habits untuk memperbaiki dan meningkatkan karir. Berikut adalah beberapa saran dari Quast berdasarkan tujuh kebiasaan yang dipaparkan dalam buku Mr. Covey untuk semua orang yang ingin mengembangkan karirnya:

 Jadilah Proaktif

Pikirkan, apakah dengan hanya duduk di kubikel Anda bisa mencetak prestasi dan mencapai sesuatu? Anda takkan kemana-mana jika hanya diam dalam area nyaman Anda. Untuk sukses dalam karir, Anda harus lebih proaktif untuk menentukan apa yang ingin Anda capai, lalu mulai menggambar peta yang akan membantu Anda menyusuri jalan menuju pencapaian tersebut.

Mulai dari yang Paling Akhir

Pikirkan apa yang Anda inginkan. Jika Anda ingin menjadi, katakanlah, Direktur Pemasaran, langkah awal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kemampuan, keahlian, pengetahuan, dan pengalaman seperti apa yang dibutuhkan untuk mencapainya. Ketika Anda telah memiliki daftarnya, Anda akan membandingkan dengan keadaan saat ini dan melihat gap-gap yang bisa diisi untuk memenuhi kualifikasi seorang Direktur Pemasaran. Selalu mulai dengan bagian paling akhir, sesuatu yang Anda inginkan sebagai hasil akhir. Baru kemudian Anda akan menemukan atau membuat jalan untuk menuju kesana.

Baca juga  LSS Plantation: Strategi Jitu Tingkatkan Produktivitas Perkebunan

Utamakan yang Utama

Buatlah daftar pekerjaan yang penting untuk dilakukan setiap minggunya, dan lakukan review harian pada daftar tersebut. Selalu utamakan hal-hal yang paling penting untuk dilakukan. Stephen Covey menyebutnya “batu-batu besar”. Bayangkan sebuah ember, dimana Anda akan menempatkan batu-batu kegiatan Anda. Tanpa membuat daftar batu-batu besar, hal-hal yang paling penting, mungkin Anda akan membuat ember tersebut dipenuhi oleh batu-batu kerikil. Masukkan batu-batu besar Anda terlebih dahulu kedalam ember, baru kemudian batu-batu kerikil, hal-hal yang kurang penting. Dengan demikian, pengaturan kerja harian Anda akan lebih efektif.

Berpikir Menang/Menang

Pola pikir menang/menang akan membantu Anda di segala situasi, yang akan membuat Anda memikirkan solusi yang lebih kreatif dan menguntungkan, dimana setiap orang yang ada di sekitar Anda akan merasa senang. Stephen Covey menyebutnya Alternatif Ketiga, yaitu solusi yang memuaskan semua orang. It’s not your or my way, it’s a higher way.

Pahamilah, baru Dipahami

Kebiasaan ini sangat sesuai diterapkan oleh para manajer. Sebelum manajer merespon situasi tertentu di departemennya, pertama-tama ia harus memahami situasi secara keseluruhan. Ketika mereka sudah memiliki pemahaman, mereka akan bisa memikirkan solusi terbaik yang bisa dilakukan. Kebiasaan ini juga berlaku di lingkungan kerja, dengan rekan-rekan kerja. Sebelum Anda melontarkan ide-ide Anda, cobalah untuk pahami ide-ide dan kepentingan rekan-rekan Anda. Jika Anda telah terlatih dengan kebiasaan ini, Anda akan merasa semua orang akan dengan senang hati mendengarkan dan menerima Anda. Itulah aturan emasnya.

Bangun Sinergi

Anda mungkin sering mendengar pepatah, “the sum is greater than the parts”. Dalam bisnis, aturan ini sangat berlaku. Saran Stephen Covey untuk memiliki kebiasaan membangun sinergi didasarkan oleh pemahaman bahwa sangat penting untuk bekerja bersama tim dari berbagai latar belakang secara harmonis. Latar belakang yang berbeda akan memberikan ide-ide yang lebih beragam, yang akan membuka jalan bagi solusi yang lebih kreatif dan menguntungkan.

Asahlah Gergaji

Ini adalah kebiasaan favorit saya. Kebiasaan mengasah gergaji sangat berguna untuk menjaga kesegaran pikiran dan motivasi Anda. Selain itu, kebiasaan ini akan membantu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan Anda. Stephen Covey menggambarkan kebiasaan ini dengan ilustrasi seseorang yang sedang menggergaji sebatang pohon besar. Berjam-jam ia menggergaji, tanpa ada kemajuan yang berarti. Tapi ia terus saja menggergaji, tanpa berhenti, tanpa hasil, dan tanpa menyadari bahwa gergajinya telah tumpul. Jika saja ia mengambil waktu untuk mengasah gergajinya, tentunya ia akan lebih mudah dan cepat menebang pohon yang sedang ia gergaji. Mengasah gergaji adalah tentang liburan, melakukan hal-hal menyenangkan, mengerjakan hobi, dan semua hal yang membantu Anda mendapatkan kesegaran dan semangat baru dalam melakukan pekerjaan rutin Anda.

Baca juga  Apa Perbedaan Digitisasi, Digitalisasi, dan Transformasi Digital?

Jika Anda belum sempat membaca “The 7 Habits” atau belum membacanya lagi sejak lima tahun terakhir, sangat disarankan untuk membacanya. Kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan oleh buku tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan dan keseharian, dan akan membantu Anda mensukseskan karir. Kebiasaan-kebiasaan baik akan membentuk karakter baik yang tentunya akan menarik hasil yang baik. Seperti yang disampaikan oleh kata-kata bijak ini:

Taburkan pemikiran, maka Anda akan menuai perbuatan,

Taburkan perbuatan, maka Anda akan menuai kebiasaan,

Taburkan kebiasaan, maka Anda akan menuai karakter,

Taburkan karakter, maka Anda akan menuai takdir.

 

Referensi: “The 7 Habits of Highly Effective People” oleh Stephen R. Covey dan artikel oleh Lisa Quast di Forbes.com.