Pada artikel sebelumnya telah dibahas pentingnya membangun sebuah tim yang solid, karena dibutuhkan upaya yang besar untuk menyatukan banyak hati, pikiran dan tenaga dalam menyelesaikan pekerjaan yang sama memang tidak selalu mudah. Ini dia 5 hal penting lainnya yang harus diperhatikan untuk membangun tim kerja yang solid.

1. Apresiasi kinerja karyawan

Mengapresiasi karyawan atas pencapaian yang sudah mereka lakukan adalah hal mutlak yang tidak boleh dilupakan. Apresiasi itu bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari sanjungan sebagai apresiasi moral sampai pemberian insentif sebagai ungkapan syukur dan terima kasih organisasi terhadap pencapaian anggota yang mendorong kinerja organisasi secara keseluruhan.

2. Beri Ruang untuk Berinovasi

Setiap orang itu unik dengan caranya masing-masing. Mereka memiliki potensi yang sebaiknya tidak dilewatkan oleh organisasi hanya karena memenuhi hasrat pribadi: mencapai tujuan besar yang selama ini diimpikan.

Jangan ragu untuk memberikan ruang yang cukup bagi para anggota kelompok kerja guna berinovasi. Anda tidak pernah akan bisa memahami bagaimana orang-orang ini mensukseskan tujuan kelompok kerja melalui caranya masing-masing. Sejauh hal itu tidak melenceng dari budaya dan tujuan organisasi, mengapa harus dilarang?

3. Saling Menghormati dan Toleransi

Solid dan tangguhnya sebuah tim tidak akan terjadi tanpa adanya saling menghormati dan toleransi. Setiap orang berbeda dan mereka unik. Tetapi hal ini bisa menjadi boomerang ketika antar anggota tidak bisa toleransi dan menerima perbedaan itu. Jika sikap seperti ini dipertahankan, organisasi tidak bisa mendapatkan tim yang solid apalagi tangguh. Sedikit perbedaan saja sudah bisa memecah tim kerja yang kecil, bagaimana jika tim kerja tersebut dalam taraf organisasi secara keseluruhan?

Penerimaan dan toleransi adalah budaya organisasi yang mutlak harus ditumbuhkan. Jika masih ada diskriminasi terhadap perbedaan yang ada, organisasi tidak akan pernah bisa maju karena terhambat hal kecil yang selalu menyandung.

engaplikasikannya ketika orang lain sudah lebih dulu melakukannya.

4. Terbuka untuk Inovasi

Baca juga  Pentingnya MSA dalam Proyek Six Sigma

Keterbukaan antara satu orang dengan lainnya merupakan faktor penting untuk lahirnya inovasi-inovasi. Keterbukaan bukan berarti mereka harus mengutarakan semua hal termasuk yang menjadi privasi ke anggota kelompok kerja lain. Keterbukaan yang dimaksud dibatasi oleh kepentingan bersama yaitu kepentingan kerja. Punya ide-ide baru? Utarakan! Punya keluh kesah? Bicarakan! Punya kritik tapi siap dengan saran yang membangun? Jangan ragu untuk mengatakannya.

Kebanyakan orang menutup-nutupi isi hati mereka demi menjaga keadaan yang sepintas terlihat baik-baik saja. Padahal lama-kelamaan, kondisi seperti ini bisa menjadi bom waktu yang membunuh tim secara keseluruhan.

5. Saling Percaya

Tim yang solid akan terbentuk ketika Anda mengisi tim tersebut dengan orang-orang yang bisa saling mempercayai satu sama lain. Memang bukan perkara mudah ketika Anda harus percaya pada orang yang baru Anda kenal apalagi yang sudah memiliki stereotip buruk dalam pikiran Anda. Hal ini sangat lumrah. Namun akan menjadi hebat ketika Anda bisa profesional dalam mempercayai orang.

Wujudkan dengan sikap membiarkan mereka bekerja dengan caranya sendiri, sesuai porsinya, tidak melulu mengkritik hasil pekerjaannya. Sikap-sikap kecil seperti ini bisa menyelamatkan tim Anda dari kehancuran karena tidak adanya rasa saling percaya antar anggota kelompok kerja.