Pekerja adalah aset perusahaan yang paling mahal. Mengapa? Karena tidak ada aset yang semakin hari semakin terasah menjadi lebih baik. Saat Anda memberikan pekerja Anda perhatian, mereka akan membalasnya dengan kinerja. Apresiasi dibalas inovasi. Kepedulian organisasi menciptakan kekuatan aset yang seolah tidak bisa mengalami depresiasi nilai. Setuju?

Namun walaupun demikian, membangun sebuah tim yang solid tentu tidak mudah. Menyatukan banyak hati, pikiran dan tenaga dalam menyelesaikan pekerjaan yang sama memang tidak selalu mudah. Karena dalam sebuah tim terdapat banyak jenis dan tipe orang yang berbeda.

Secocok apa pun hubungan antar pegawai, selalu ada masa ketika pendapat setiap orang bisa berbeda. Ada juga kalanya salah seorang sedang mengalami masalah, sehingga kinerjanya menurun. Agar pekerjaan bisa selesai dan hubungan tetap baik setiap hari Anda perlu menjaga irama kerja bersama-sama.

Inilah yang menjadi seni dari sebuah hubungan tim yang solid. Kemampuan dari masing–masing anggota dan juga pemimpin tim untuk dapat menyatukan perbedaan adalah yang harus dimiliki dan dilakukan. Itu sebabnya baik pemimpin ataupun anggota tim harus tahu apa saja yang harus mereka pelajari dan lakukan, untuk membangun sebuah tim yang solid.

1. Komunikasi

Hubungan yang sukses adalah hubungan dengan sistem komunikasi yang baik. Tim Anda tidak akan bisa bekerja optimal jika tidak ada komunikasi yang baik. Setiap orang memiliki karakter masing-masing, termasuk bagaimana mereka berkomunikasi dan memahami orang lain. Ada yang kalau berbicara berapi-api, ada yang bernada datar dengan diksi yang baik.

Untuk itu, Anda perlu memastikan bahwa hubungan antar anggota tim didasari oleh komunikasi yang tulus dan jujur. Atasan perlu menyampaikan umpan balik kepada bawahannya. Kritik juga perlu disampaikan dengan penyampaian yang baik. Karena, jika tidak ada saran atau kritik, bagaimana Anda tahu bahwa semua sudah berjalan sesuai jalurnya?

2. Pertegas Tujuan

Baca juga  Lima Tips Ini Terbukti Sukses Tingkatkan Retensi Karyawan

Setiap anggota perlu memahami mengapa mereka ditempatkan di dalam satu tim dan apa tujuannya. Apakah ini adalah tim tetap atau untuk suatu proyek saja? Apa misi dari pekerjaan yang Anda emban? Sejauh mana pembagian waktu dan peran masing-masing anggota tim, itu juga perlu selalu diingat. Agar tugas dan pekerjaan mereka tidak melenceng dari jalur, selalu tekankan tujuan utama kelompok kerja ini.

Ketika anggota kelompok kerja mulai melenceng dari jalur pekerjaannya atau lesu di tengah jalan, ingatkan kembali akan visi dan misi organisasi, ingatkan mereka tentang hal-hal apa yang mendasari mereka berjuang hingga saat ini. Terkadang, anggota membutuhkan perhatian dalam bentuk dukungan moral yang mungkin selama ini sulit mereka dapatkan.

3. Rasa Saling Memiliki

Setelah dengan tegas memahami peran dan tanggung jawab masing-masing serta tujuan organisasi, maka setiap anggota tim perlu memiliki komitmen yang sama, untuk mencapai tujuan tersebut. Sejauh mana anggota tim memandang kontribusinya terhadap perusahaan dan juga demi kemajuan diri sendiri? Pertanyaan ini perlu selalu diajukan ke setiap anggota tim.

Anggota tim yang telah mendapatkan ekspektasi dan komunikasi yang jelas mengenai tujuan grup akan memiliki komitmen akan tindakan dan aksi tim. Sikap saling memiliki akan semakin mendalam saat anggota tim menghabiskan waktu bersama mengembangkan norma atau panduan yang berlaku pada tim secara bersama. Selain itu, pemimpin tim sebaiknya mengikut sertakan anggota tim dalam proses pengambilan keputusan sebagai realisasi dari kerja sama tim bersama.

4. Kompetensi

Apakah kompetensi yang dimiliki tim telah merata atau cenderung didominasi oleh orang-orang tertentu dan yang lain hanya bekerja di belakang? Sebaiknya, setiap anggota memiliki kemampuan tertentu sehingga sebagai tim akan memiliki kekuatan yang lebih besar lagi.

Perlu dilihat juga, apakah setelah gabungnya berbagai individu menjadi satu tim, ada perkembangan kemampuan atau tidak? Jika tidak, dapat diajukan permohonan untuk training bagi karyawan kepada Bagian SDM atau meroling posisi karyawan sehingga mendapatkan komposisi yang pas, sebagai salah satu solusinya.