Kemampuan Toyota beradaptasi menghadapi perubahan industri jauh lebih baik dibanding industri lain yang meng-adaptasi-kan diri dengan mereka.

TPS masih menjadi kunci pendekatan strategis bagi Toyota dalam menghadapi disrupsi dari pabrikan pesaing serta industri lain. Namun untuk keberlanjutan jangka panjang, TPS akan diuji kembali dalam beberapa dekade ke depan mengingat siklus pengembangan jangka pendek dan memungkinkan untuk kustomisasi  ekstrim bukan merupakan kekuatan TPS, sementara dunia berubah dengan kecepatan yang luar biasa.

Nigel Thurlow, Chief of Agile di Toyota Connected, mengatakan bahwa perusahaan akan mulai mengatur ulang penggunaan data dan teknologi untuk menghadapi era mobilitas, yang berarti akan membangun layanan yang membuat hidup lebih mudah; mengemudi lebih aman, nyaman dan menyenangkan.

“Kita harus berubah. Kita harus menjadi lebih baik dari perusahaan IT sebelum perusahaan IT menjadi seperti kita, ”kata Thurlow dikutip SHIFT Indonesia dari Industryweek (28/02). “Kami bukan satu-satunya orang yang membuat mobil lagi. Industri otomotif bukan satu-satunya industri yang membangun mobil,” tambahnya.

Singkatnya, jika menggunakan TPS saja itu tidak akan cukup untuk merespons perubahan di era ini. “Cara kita menggunakan kendaraan (kepemilikan) akan berubah dalam beberapa tahun ke depan, dan kita harus gesit untuk merespons ini.” Selain itu, orang menginginkan perbaikan instan. Dia menunjuk Tesla, yang mampu meluncurkan pembaruan perangkat lunak besar, secara gratis, memanfaatkan penyimpanan awan. Berbeda kasus dengan Toyota, untuk melakukan pembaharuan perangkat lunak mereka harus melakukan penarikan mobil yang tentu akan memakan waktu.

“Kita perlu merespons,” kata Thurlow.

Oleh karena itu, melalui Toyota Connected mereka mengambil pendekatan Agile. Agile diadopsi dari industri perangkat lunak , sebagai cara untuk memungkinkan bisnis menjadi lebih lincah, memungkinkan organisasi merespons segala perubahan dengan lebih cepat. Salah satu nilai kunci dari manifesto agile sendiri adalah merespons perubahan setelah rencana dijalankan.

Baca juga  Inilah Pemenang Grand Prize Korea Trip OPEXCON Project Competition 2018

Agile adalah bagaimana kita bekerja dengan cara yang berbeda, kita bisa menggunakan scrum sebagai kerangka kerja, menjalankan pengembangan dalam satu minggu, cepat dalam memberikan umpan balik pelanggan. Ini akan menarik, karena dilihat dari historinya antara TPS, Scrum, dan Agile memiliki hubungan satu sama lain.

Thurlow mencatat bahwa adalah mungkin untuk menjadi lean tanpa agile. Demikian pula, sangat mungkin untuk agile tanpa menjadi lean. Namun dia berpendapat bahwa jika semua organisasi ingin menjadi lean dan agile, yang paling dibutuhkan dalam hal ini adalah keinginan dan komitmen mewujudkannya. Jadi, apa yang Anda lakukan ketika perubahan besar menghantam industri Anda? Kalau Toyota, mereka akan masuk ke ruang persaingan ini, kembali ke dasar (TPS) dan terus meningkatkan kecepatan (dalam merespons perubahan).