AirAsia dinobatkan menjadi maskapai penerbangan berbiaya rendah (LCC) terbaik di dunia dalam gelaran World Travel Awards (WTA).

Maskapai penerbangan asal Malaysia ini mendapatkan suara terbanyak dari wisatawan dan eksekutif industri,  menyingkirkan pemain lain di kelas yang sama seperti Southwest Airlines, JetBlue, Ryanair, easyJet, Jetstar Airways, Norwegian Air, West Air, flydubai, Air Arabia, flynas, dan fastjet. Airasia juga membawa pulang penghargaan untuk awak kabin maskapai penerbangan murah terbaik untuk kedua kalinya berturut-turut.

Suhaila Hassan selaku Group Head of Cabin Crew dan Audrey Progastama Petriny selaku Group Head of Communications hadir sebagai perwakilan korporasi untuk menerima penghargaan yang digelar pada hari Sabtu (1 Desember 2018) lalu di Portugal.

Fokus pada Transformasi Digital
AirAsia bekerjasama dengan Google Cloud untuk membawa machine learning dan artificial intelligence sebagai bagian transformasi digital maskapai. Perusahaan telah menggunakan produk dan layanan Google seperti Google + dan Google Drive dalam beberapa tahun terakhir dan berencana memperluas ini lebih lanjut.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu AirAsia dalam mengoptimalkan data dan mengembangkan platform online menurut Tony Fernandes, Group Chief Executive ketika berbicara di acara Google Cloud Next 18 beberapa waktu lalu di London seperti dikutip SHIFT Indonesia dari Phocuswire.

“Kami memiliki sejumlah besar data, yang dikumpulkan selama 17 tahun terakhir, dan Google cloud memungkinkan kami mendapatkan data itu ke sebuah posisi dimana kami dapat melakukan lebih banyak lagi dengan itu (data)”.

Dia mengatakan bahwa pekerjaan ini tengah dilakukan di sejumlah bidang untuk mendorong sedang dilakukan di sejumlah bidang untuk mendorong efisiensi operasional. Misalnya, pesawat telah dilengkapi dengan sekitar 20.000 sensor untuk membantu operator memprediksi maintenance dan mengurangi suku cadang. Contoh lebih lanjut, menurut Fernandes, adalah memprediksi pola cuaca dan menggunakan model cuaca untuk memprediksi terjadinya delay di waktu akan datang.

Baca juga  “Waste to Energy”, Program Pemerintah untuk Tangani Sampah

Area terakhir yang menjadi target AirAsia adalah prediksi permintaan dan cara untuk meningkatkan keunggulan operasional bagi penumpang.  Fernandes mengatakan bahwa maskapai telah menguji (sistem) pengenalan wajah serta potensi  penggunaan Google Cloud untuk mengukur sentimen.

Dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan kerjasama AirAsia dengan Google Cloud, Fernandes mengatakan hal ini memungkinkan maskapai untuk “membangun bisnis baru.” Sebagai informasi, AirAsia saat ini tengah membangun dua platform besar: airasia.com, yang akan menjadi platform perjalanan digital satu atap yang memungkinkan pelanggan dapat memesan kebutuhan perjalanan mereka dari penerbangan, akomodasi, tur, transportasi darat hingga hiburan; dan BigLife, situs gaya hidup yang akan seperti Kayak, Tripadvisor, Groupon, dan eBay dijalankan menjadi satu.