Dalam kehidupan sehari-hari, kita pastinya selalu mengelola resiko dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kemungkinan dan konsekuensi dari kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan setiap harinya.

Namun, yang seringkali gagal kita lakukan adalah mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam lingkungan pekerjaan ataupun bisnis dengan cara yang sama. Risiko didefinisikan sebagai ketidak mampuan potensial untuk mencapai tujuan obyek atau proyek, dan dampaknya dalam bisnis. Seringnya, perusahaan tidak menelusuri segala hal yang dapat mempengaruhi perkembangan bisnis mereka, melainkan hanya melihat pada area-area yang jelas berrisiko. Pada akhirnya, mereka membutuhkan Manajemen Risiko yang tepat.

Manajemen Risiko merupakan proses pengidentifikasian, penilaian, dan pengendalian risiko yang muncul dari faktor-faktor operasional, dan membuat satu keputusan yang akan menyeimbangkan biaya risiko dengan manfaat yang diperoleh.

Mengapa Perlu Mengelola Risiko?

Semua perusahaan dan bisnis pasti akan menemui situasi dan kondisi yang tentu dapat diidentifikasi dan diminimalisir dengan tepat untuk memperoleh manfaat risiko yang positif dan mengurangi dampak risiko yang negatif.

Dengan mengidentifikasi seluruh strategi dan mengelola risiko, kita dapat:

  • Mengurangi terjadinya ketidakpastian dari proyek.
  • Menyelesaikan proyek dan tugas tepat pada waktunya, dan pada anggaran serta hasil yang memuaskan.
  • Mengurangi munculnya stres di lingkungan kerja
  • Merencanakan keuntungan di masa mendatang

Intinya adalah, kita harus melakukan pengelolaan risiko karena manfaat besar yang akan kita peroleh nantinya.

Memahami antara Peluang Risiko dengan Ancaman

Biasanya, risiko selalu dianggap memiliki makan yang negatif, meskipun pada kenyataannya tidak demikian. Pada realitanya, risiko merupakan suatu jembatan yang menyediakan keberhasilan gemilang bagi perusahaan. Contohnya, jika suatu perusahaan memutuskan untuk meningkatkan lini produk mereka pada pelayanan pelanggan yang berbeda, akan muncul risiko positif meningkatnya pendapatan saat perusahaan tumbuh secara menyeluruh. Namun, jika perusahaan tidak mengambil risiko tersebut, maka perusahaan akan tetap mengalami tingkat pendapatan yang stagnan. Bahkan, perusahaan akan mengalami pertumbuhan pendapatan yang negatif karena kurangnya inovasi dan retensi pelanggan.

Baca juga  LSS Plantation: Strategi Jitu Tingkatkan Produktivitas Perkebunan

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Sehingga, muncullah 2 jenis risiko, yaitu Risiko Positif yang disebut sebagai ‘Opportunities’ atau Peluang, dan Risiko Negatif yang disebut dengan ‘Threats’ atau Ancaman.

Tujuan dari perlunya Manajemen Risiko adalah untuk meminimalisasi terjadinya Risiko Negatif, dengan memaksimalkan Risiko yang Positif.

Identifikasi dan Klasifikasi Risiko

Untuk dapat meminimalisir munculnya Risiko Negatif dalam perusahaan, menjadi hal yang penting untuk dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan Risiko dengan tepat.

  1. Risiko Internal

Risiko Internal merupakan bahaya yang dibuat oleh perusahaan itu sendiri. Misalnya, pergantian karyawan dan integrasi teknologi.

  1. Risiko Eksternal

Risiko Eksternal muncul ketika perusahaan bergantung pada sumber daya di luar organisasi untuk mencapai keberhasilan. Misalnya, mempekerjakan karyawan di luar organisasi untuk membuat rencana yang tidak dapat dilakukan oleh tim internal perusahaan.

  1. Risiko Lingkungan

Risiko Lingkungan merupakan ancaman yang munculnya bergantung pada sifat dari proyek. Jenis risiko ini pun dapat berupa internal dan eksternal. Contohnya, adanya kepemilikan baru. Contoh ini merupakan risiko lingkungan yang bersifat internal.

Kesimpulannya, risiko, baik internal, eksternal, maupun lingkungan, semuanya dapat mempengaruhi keberhasilan perusahaan secara keseluruhan.

Seringkali, perusahaan tidak mengevaluasi risiko secara keseluruhan, melainkan hanya mengevaluasi risiko yang terlihat tanpa menganalisis potensi ancaman yang muncul kemudian. Merupakan hal yang penting untuk mempertimbangkan segala sesuatu yang memiliki dampak negatif, karena jika tidak, ancaman akan berkembang lebih besar, dan perusahaan akan kehilangan peluang.

Meninjau dan mengidentifikasi semua risiko yang muncul menjadi hal yang krusial namun menguntungkan, karena memungkinkan perusahaan untuk merencanakan bisnis di masa depan.

Proses Manajemen Risiko

Melakukan Manajemen risiko membantu membangun kerangka kerja dimana tim proyek akan mengidentifikasi dan mengembangkan strategi untuk mengurangi atau menghindari risiko yang terkait dengan kegiatan seperti proyek baru, dan implementasi ERP (Enterprise Resource Planning).

Baca juga  Beragam Strategi Optimalkan Industri Daur Ulang

Proses Manajemen Risiko harus mencakup langkah-langkah berikut:

  • Identifikasi Risiko

Identifikasi Risiko merupakan proses mengekspos dan merekam semua risiko yang diduga akan muncul dengan tujuan dari proyek. Proses ini dapat dimulai dengan membuat daftar risiko yang diidentifikasi dan rincian proyek yang berpotensi mempengaruhi tujuan proyek – baik positif maupun negatif – untuk menciptakan Risk Register.

  • Penilaian Risiko

Penilaian Risiko adalah proses evaluasi dan memprioritaskan karakteristik inti risiko dan mengenali pola risiko yang muncul. Setelah risiko tersebut berhasil diketahui, selanjutnya perusahaan akan mampu menghindari munculnya dampak risiko, meminimalisir risiko juga dampaknya, membuat metode manajemen terbaik untuk mengidentifikasi risiko.

  • Respon Risiko

Respon Risiko adalah proses pelaksanaan tindakan yang telah disetujui sebelumnya, pemantauan tindakan untuk menentukan apakah mereka telah mengidentifikasi risiko sekunder tambahan. Secara keseluruhan, respon terhadap risiko harus mengarah pada rencana kegiatan yang dapat diimplementasikan secara proaktif atau reaktif.

  • Pemantauan dan Kontrol Risiko

Pemantauan dan Kontrol Risiko lebih mengarah kepada komunikasi untuk meninjau perubahan yang telah diterapkan untuk risiko yang telah teridentifikasi dan proyek yang terpapar, membangun tindakan baru atau tindakan tambahan yang diperlukan, dan mengukur dan mengkualifikasikan efektivitas dari Manajemen Risiko secara keseluruhan.

Keberhasilan Manajemen Risiko = Keberhasilan Perusahaan

Setiap perusahaan harus menentukan pilihan yang mengarah kepada efek baik dan buruknya bagi perusahaan tersebut. Perusahaan dapat mengambil kendali dengan secara konsisten melakukan evaluasi dan menyesuaikan proses untuk mencapai keberhasilan yang besar. Proses implementasi Manajemen Risiko akan menghasilkan perusahaan yang lebih menguntungkan.

Sumber: inddist.com