Rahasia di balik kesuksesan perusahaan kelas dunia adalah mempekerjakan orang yang tepat.

Fakta ini diungkapkan oleh Jack Ma, pendiri perusahaan teknologi Alibaba ketika berbicara di pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia yang digelar di Bali bulan Oktober lalu. Dalam kesempatan tersebut Ma membagikan pengalamannya membangun Alibaba.

“Ketika saya mengumpulkan dana putaran pertama, itu adalah  5 juta USD. Saya mendapat banyak wakil presiden dari perusahaan multinasional. Salah satu wakil presiden pemasaran datang kepada saya, dia memberi saya proposal, dia berkata: ‘Pak, ini adalah rencana pemasaran bisnis tahun depan kami, ” jelas Ma dikutip SHIFT Indonesia dari CNBC (3/1).

Ternyata, rencana itu menghabiskan biaya hingga 12 juta USD – jauh melebihi pengeluaran anggaran yang mampu dibayar perusahaan saat itu. Tetapi karyawan itu mengakui bahwa dia belum pernah melakukan rencana bisnis tersebut. Ma pun menyadari bahwa kegagalan itu sebagai kesalahannya. Sebuah kesalahan yang kemudian menjadi titik balik kesuksesan Alibaba.

Tidak ada orang ‘terbaik’

Menurut Ma, salah satu kunci kesuksesan perusahaannya adalah membebaskan tim dari orang-orang “terbaik” dan “para ahli.”

Setelah melewati masa sulit tersebut, Alibaba tumbuh menjadi raksasa e-commerce dunia yang kini mempekerjakan lebih dari 8.000 pekerja dan juga menjadi salah satu perusahaan paling menarik di Cina, versi perusahaan konsultan Universum.

“Aku benci mempekerjakan orang yang datang sebagai experts karena tidak ada experts masa depan, mereka selalu menjadi experts di masa lalu,” kata Ma. “Tidak ada orang terbaik. Orang-orang terbaik selalu ada di perusahaanmu, kamu melatih mereka untuk menjadi yang terbaik.” Dan itu dimulai dengan mengajak orang yang siap belajar dan tidak takut melakukan kesalahan, tambahnya.

EQ dan IQ

Baca juga  Yuk! Belajar Sukses dari Para Disruptor

“Anda harus memiliki EQ (untuk) bekerja dengan orang lain, Anda (juga) harus memiliki IQ sehingga Anda tahu apa yang Anda lakukan,” – Jack Ma

Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Duncan Clark, Alibaba : The House That Jack Ma built, dikatakan bahwa Ma lebih suka mempekerjakan orang-orang yang tidak berprestasi di sekolah. Menurut Clark,  Ma menilai bahwa “elit perguruan tinggi” akan mudah frustrasi ketika mereka menghadapi kesulitan di dunia nyata. Namun, kandidat tentunya harus memiliki kecerdasan untuk menavigasi lingkungan bisnis yang terus berubah.

Ma cenderung menyukai orang dengan kecerdasan emosional yang baik, menurutnya kemampuan ini akan mendorong pemimpin dan anggota tim untuk bekerja dengan lebih baik. Tetapi tanpa kecerdasan, mereka juga tidak akan melangkah jauh, tambahnya.

Ma juga sangat menekankan optimisme, menurutnya sifat inilah yang menjadikan Alibaba menjadi raksasa teknologi seperti sekarang ini. Sikap optimis dapat membantu orang mengubah situasi yang menantang menjadi situasi yang menguntungkan. “Sebagai pengusaha, jika Anda tidak optimis, Anda dalam kesulitan,” kata Ma. “Jadi orang yang saya pilih, mereka harus optimis.”

Sumber : CNBC