Alasan mengapa kita harus terus berinovasi adalah karena dalam bisnis, tidak ada competitive advantage yang bertahan selamanya. Terbukti, akhir-akhir ini bisnis harus memilih satu dari dua pilihan yang ada yaitu inovasi atau mati.

Inovasi merupakan suatu hal yang wajib bagi kelangsungan suatu bisnis. Selain membuat organisasi bisa bertahan di masa-masa yang unpredictable juga akan mengantarkan organisasi menuju kejayaan. Namun meski demikian, tidak sedikit dari kita atau organisasi bisnis yang ingin melakukan perubahan atau menciptakan inovasi kemudian memilih mundur bahkan sebelum sempat memulainya. Soalnya, inovasi dinilai sebagai sesuatu yang sangat besar dan sangat sulit dilakukan. Padahal kedua hal ini adalah mitos tentang inovasi yang menghalangi perusahaan lebih sukses juga menghambat perkembangan individu di organisasi. Mengutip dari webinar SSCX yang berjudul “Design Thinking”, pembicara Herawati mengatakan bahwa setidaknya ada lima mitos yang salah tentang inovasi. Mitos tersebut adalah:

  1. Bahwa inovasi selalu tentang teknologi
  2. Lebih banyak sumber daya lebih banyak inovasi
  3. Hanya inovasi yang luar biasa yang dinilai sukses
  4. Inovasi itu random dan tidak bisa diprediksi
  5. Kita tidak bisa mengajarkan orang agar menjadi inovatif

Dalam penjelasannya, senior trainer yang juga praktisi design thinking ini mengatakan bahwa sejatinya inovasi itu diperlukan untuk melakukan suatu perbaikan dan perubahan “Ketika kita berhasil berubah memperbaiki apa yang kita miliki untuk meet dengan customer need, untuk ketemu dengan kebutuhan pelanggan kita yang terus dinamis maka kita sudah sukses berinovasi,” ungkapnya. Menurutnya, ukuran sukses bukanlah sesuatu yang dirasa luar biasa, “Sukses itu ketika kita bisa mengikuti keinginan kemauan kebutuhan customer kita dengan cara melakukan improvement melakukan perbaikan, melakukan perubahan baik itu dari sisi proses maupun dari sisi output industri kita,” jelasnya. Hera juga menekankan bahwa inovasi itu tidak random dan bisa diprediksi. Sebab, karena ada langkah-langkah atau struktur yang bisa kita ikuti atau sebagai guidance kita untuk melakukan inovasi.

Baca juga  Inilah Kunci Rahasia Kesuksesan Samsung

Inovasi atau Mati

Nokia, perusahaan ponsel raksasa yang kini tinggal nama memberikan pelajaran penting bagi pelaku bisnis di seluruh dunia. Setelah digdaya selama belasan tahun, perusahaan asal Finlandia ini harus tumbang karena gagal memilih strategi bisnis, gagal melahirkan produk-produk yang inovatif untuk menjawab kebutuhan pelanggan.

CEO Nokia waktu itu Sthephen Elop dalam pidato terakhirnya (setelah Nokia dibeli Microsoft) mengatakan “we didn’t do anything wrong, but somehow, we lost”. Ya, sebenarnya, apa yang salah dengan Nokia? Menakjubkan bukan, bahkan tanpa melakukan kesalahan perusahaan yang sempat menguasai pasar ponsel dunia ini harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari kompetisi. Untuk itu sebagai pelaku bisnis, kita harus memikirkan kemampuan adaptasi kita. Dunia bergerak dengan sangat cepat, membawa perubahan dan tren yang berbeda dari waktu ke waktu, siapapun yang tidak sempat berubah akan kehilangan pasar dengan sendirinya. Dengan kata lain, inovasi atau perubahan menjadi suatu keharusan bagi organisasi apapun.

Memulai Inovasi di Perusahaan

Inovasi adalah kemampuan yang akan membantu organisasi memecahkan setiap masalah sehingga bisa terus bertumbuh. Seperti kita tahu, saat ini tidak hanya perusahaan startup yang bisa melakukan inovasi dengan cepat. Banyak perusahaan juga menjadi sangat inovatif, beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan meskipun operasi bisnisnya sangat luas dan tersebar di dunia. Bagaimana mungkin? Mungkin saja, ini karena orang-orang di dalam perusahaan tersebut, setiap individunya dapat menciptakan solusi dan berinovasi menggunakan proses design thinking.

Design thinking adalah metode creative problem solving yang fokus pada empati pelanggan. Kelebihan dari metode ini adalah sifatnya yang human centric, dengan proses yang tidak harus linear, dan juga iteratif. Banyak perusahaan besar yang telah menggunakan prinsip design thinking untuk meningkatkan inovasi. Salah satu success story yang bisa kita pelajari adalah keberhasilan Bank of America. Pada awalnya mereka mempunyai masalah tentang bagaimana meningkatkan dana simpanan. Untuk menjawab masalah ini, mereka membentuk tim khusus yang selanjutnya mempraktikkan metode jitu design thinking ini untuk berinovasi. Dan hasilnya dalam waktu singkat mereka berhasil mendapat 10 juta nasabah baru dengan dana simpanan 1,8 miliar US Dollar. Selain Bank of America, Nike dan Google juga menjadi perusahaan yang sukses berinovasi menggunakan design thinking.

Bagi Anda yang ingin belajar dan menguasai pendekatan design thinking, SSCX akan mengadakan Online Public Training “Design Thinking” tanggal 25-26 Agustus 2020. Agar tidak menyesal karena ketinggalan, Anda bisa melakukan registrasi dari sekarang, hubungi tim SSCX di Wa.me/628175763021 atau event@sscx.asia. Ada diskon khusus 50% untuk Anda 10 Pendaftar pertama.