Revolusi tidak diciptakan begitu saja. Pengembangan produk atau bisnis baru adalah proses evolusi dan akar inovasi yang inovatif dapat kita temukan di Lean. Berikut penjelasannya.

Di pasar yang terus berubah, rencana pengembangan bisnis kita juga perlu selalu berubah. Kita harus dapat memodifikasinya dengan kecepatan menyesuaikan realitas yang berubah. Disinilah kita membutuhkan tools, seperti inovasi, fleksibilitas, kemampuan untuk belajar dan berimprovisasi. Hal inilah yang kemudian membuat para inovator dan pengusahha memahami bahwa organisasi perlu memperbaiki kinerjanya dan segera memulai perjalanan improvisasi meninggalkan rencana tahunan yang terperinci. Namun untuk bisa sukses, organisasi perlu menciptakan infrastruktur profesional mulai dari keterampilan manusia, proses, dan tools pendukungnya.

Memulai terlalu dini tanpa persiapan yang cukup dapat menyebabkan pemborosan sumber daya dan menempatkan keseluruhan proyek pada risiko kegagalan. Sehingga pergi ke lapangan (dalam lean dikenal gemba) sangatlah diperlukan. Tetapi gemba kita tidak bisa menjamin suksesnya proses pengembangan produk, apalagi penciptaan bisnis baru. Tujuan gemba adalah untuk memperdalam pemahaman kita tentang sistem dan memeriksa area-area yang belum mendapat cukup perhatian.

Dalam komunitas lean, kita semua menyadari bahwa fleksibilitas organisasi adalah penting, betapa pentingnya mengembangkan dan meningkatkan keterampilan, dan fakta bahwa kesalahan adalah bagian mendasar dari pembelajaran. Dalam artikel ini kita bisa melihat bagaimana lean thinking dapat menurunkan tingkat risiko yang kita hadapi dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam proses penciptaan inovasi.

Langkah pertamanya adalah kita harus memeriksa kemampuan internal kita dalam berinovasi di situasi saat ini, kita juga harus memahami batas pengetahuan kita tentang teknologi, kemampuan profesional tim pengembang, dan kualitas orang-orang kita.

Sama seperti casting yang menentukan kualitas permainan, maka kualitas sumber daya manusialah yang akan membentuk tim Anda, bersama dengan pengetahuan mereka tentang pasar, melihat dimana peluang untuk berhasil, dan mengetahui tingkat risiko dari sebuah rencana bisnis yang inovatif. Oleh karena itu semua program pengembangan membutuhkan persiapan untuk menjamin proyek bisa selesai tepat waktu, sesuai kualitas yang kita inginkan.

Persiapan harus berfokus pada nilai yang kita inginkan (penciptaan nilai bagi pelanggan) dan hal yang paling realistis di lapangan (memahami potensi ide, inovasi, dan keterbatasan organisasi). Dengan kata lain, kita harus fokus pada tiga hal di bawah ini :

  1. Memahami sifat pasar, yaitu terkait target strategis dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi. Pemahaman tentang kebutuhan pelanggan sangat penting untuk mengidentifikasi tuntutan perkembangan karakteristik produk. Berbeda dengan keinginan “sadar” pelanggan, kebutuhan pelanggan sangat kompleks dan pelanggan sendiri sering tidak sadar akan hal itu. Peran Anda sebagai inovator adalah menerjemahkan kebutuhan ini menjadi potensi teknologi untuk digunakan secara fungsional oleh pelanggan. Inilah inti dari rencana pengembangan Anda.
  2. Mengkonseptualisasikan produk sebagai suatu sistem, ruang lingkup, dan proses yang memerlukan pengembangan. Ini akan membuat tim fokus dalam menghilangkan silo dan melihat jelas risiko dan hambatan yang harus segera ditangani.
  3. Memahami kelebihan dan keterbatasan. Proses inovasi dijalankan oleh sistem yang dibentuk oleh manusia- dengan segala keterbatasannya. Dan kita harus bisa memahami batasan-batasan ini, kita harus bisa memetakan keterampilan dan keahlian kita, memperkirakan pengetahuan dan intelektualitas yang akan mendukung kita, dan mendefinisikan kematangan sistem yang ada. Kita juga perlu melibatkan sumber daya pendukung, mengidentifikasi laju perkembangan, dan melaksanakan PDCA untuk fokus pada isu-isu yang menjadi kunci keberhasilan dan perbaikan.

 

 

sumber: planet-lean.com