Di masa-masa sulit, kita harus memberikan effort lebih untuk mengembalikan keadaan menjadi lebih baik. Namun hal ini tak mudah, mengingat semua tim harus melakukan upaya yang sama. Untuk itulah memotivasi karyawan menjadi salah satu tantangan dalam masa sulit. Bagaimana caranya?

Setiap perusahaan menginginkan pekerja yang produktif di lingkungan yang positif dan tetap bermotivasi tinggi, sehingga mereka menjalankan tugas dengan antusias, walaupun kondisi ekonomi atau pasar sulit dilakukan. Tenaga kerja yang berdedikasi dan rajin bisa menjadi faktor kunci yang bisa membawa perusahaan unggul dari pesaingnya. Sebagai seorang pemimpin, Anda bisa membuat tim tetap termotivasi dan berfungsi dengan cara yang baik untuk membantu mencapai tujuan perusahaan, antara lain dengan cara:

1. Bagikan gambaran yang lebih besar

Karyawan akan memberi perhatian lebih besar pada tugas mereka jika mereka menyadari pentingnya peran yang mereka mainkan. Tugas bagian layanan pelanggan adalah memberikan jawaban atas pertanyaan klien. Tetapi jika anggota staf dalam peran ini sadar bahwa pelanggan yang puas adalah iklan terbaik untuk organisasinya, mereka akan menjawab pertanyaan dan mencoba yang terbaik untuk memecahkan masalah yang diajukan.

Semua karyawan harus tahu seberapa kritis fungsinya terhadap bisnis perusahaan. Mereka harus mengerti bahwa jika penjualan organisasi meningkat dan keuntungannya tumbuh, mereka juga akan mendapatkan keuntungan.

2. Memberdayakan pekerja

Sebuah perusahaan manufaktur mengharapkan karyawannya untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dan bebas cacat sementara perusahaan yang berorientasi pada layanan menginginkan para pekerja untuk memenuhi dan melampaui harapan pelanggan. Tapi apakah anggota staf perusahaan memberi alat dan wewenang untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif?

Penting bagi setiap organisasi untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, peralatan modern dan terbaru, dan semua fasilitas lainnya yang memungkinkan pekerja melaksanakan tugas mereka secara efisien.

Jika pekerja di lantai pabrik dilengkapi dengan mesin usang, atau jika bagian penjualan tidak diberi wewenang untuk melakukan jadwal waktu, maka tidak mungkin mereka memberikan hasil yang diharapkan.

3. Perlakukan karyawan dengan hormat

Dorongan atau kata yang baik bisa membuat efek yang luar biasa. Pujian dan pengakuan atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik akan meningkatkan semangat dan produktivitas.

Di sisi lain, seorang manajer perusahaan yang terus-menerus meneriaki karyawan hanya akan mendemotivasi mereka dan membahayakan citra perusahaan.

4. Tetapkan target terukur

Katakan kepada karyawan apa yang diharapkan dari mereka dengan cara yang jelas dan tidak ambigu. Secara periodik, periksalah pencapaian aktual terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Deskripsi pekerjaan yang rinci untuk setiap peran akan memberikan kejelasan dan membantu karyawan memusatkan usaha mereka.

Ketika staf organisasi menyadari bahwa pekerjaan mereka akan dinilai secara objektif, mereka akan berkonsentrasi pada hasil. Akibatnya, perusahaan akan menyaksikan peningkatan kinerja.

5. Dorong pekerja untuk berkomunikasi

Setiap organisasi yang sukses sangat mengkhususkan diri untuk menjaga saluran komunikasinya terbuka dengan staf di semua tingkat. Praktik ini memberi kesempatan kepada manajemen senior untuk belajar tentang isu dan masalah saat timbul. Keluhan karyawan bisa diatasi pada tahap awal.

6. Berikan contoh kepada bawahan

Sebagian besar karyawan melihat ke pemimpin tim atau anggota manajemen senior mereka untuk mendapatkan panduan mengenai berbagai isu. Jika manajer memiliki sikap positif, maka manajer akan tertular. Sebaliknya, jika eksekutif puncak otokratik, hal itu akan berdampak buruk pada moral pegawai.

Manajer harus ingat apa yang Maya Angelou, penyair dan aktivis hak-hak sipil, katakan tentang motivasi, “Saya telah belajar bahwa orang akan melupakan apa yang Anda katakan, orang akan melupakan apa yang Anda lakukan, namun orang tidak akan pernah lupa bagaimana perasaan Anda. “