Bagi Anda yang telah memahami Kaizen, pasti Anda telah menyadari banyaknya keuntungan yang bisa anda dapatkan. Belum mengaplikasikannya ke perusahaan Anda? Sayang sekali.

Kaizen adalah filosofi Jepang yang berfokus pada perbaikan yang berkelanjutan di semua aspek kehidupan. Ketika diterapkan di tempat kerja, kegiatan Kaizen dapat memperbaiki setiap fungsi bisnis, mulai dari manufaktur hingga pemasaran dan dari CEO hingga pekerja perakitan.

Kaizen bertujuan untuk menghilangkan limbah di semua sistem organisasi melalui peningkatan aktivitas dan proses standar. Dengan memahami dasar-dasar Kaizen, para praktisi dapat mengintegrasikan metode ini ke dalam usaha Six Sigma secara keseluruhan.

Tujuan Kaizen adalah peningkatan produktivitas menjadi lebih sederhana. Bila dilakukan dengan benar, prosesnya dapat memanusiakan tempat kerja, menghilangkan kerja keras, dan mengajarkan orang bagaimana mengenali dan menghilangkan limbah dalam proses bisnis.

Kaizen menghasilkan perbaikan kecil yang berkelanjutan dan terkoordinasi oleh semua karyawan. Dalam kegiatannya Kaizen mempercepat proses yang ada dan mengidentifikasi perbaikan yang berada dalam lingkup peserta.

Tak hanya satu aspek, Kaizen mencakup perbaikan di sejumlah bidang, termasuk:

  1. Kualitas: Memperbaiki produk, layanan, lingkungan kerja, praktik dan proses.
  2. Biaya: Mengurangi biaya dan tenaga kerja, dan penggunaan materi, energi dan sumber daya.
  3. Pengiriman: Memotong waktu pengiriman
  4. Manajemen: Memperbaiki prosedur, pelatihan, moral, administrasi, perencanaan, arus, sistem informasi, dokumentasi dan pelaporan.
  5. Keselamatan: Mengurangi situasi berbahaya, kondisi kerja yang tidak aman, mengurangi kemungkinan kekurangan sumber daya dan kerusakan lingkungan.

Saat Anda tertarik untuk menerapkan Kaizen, perhatikan beberapa tips dasar berikut:

  1. Ganti ide tetap konvensional dengan yang baru.
  2. Mulailah dengan melakukan praktik dan standar terkini.
  3. Carilah masukan dari banyak rekan sebelum memulai aktivitas Kaizen.
  4. Pikirkan bagaimana melakukan sesuatu, bukan mengapa hal itu tidak bisa dilakukan.
  5. Jangan membuat alasan. Jadikan eksekusi terjadi.
  6. Jangan mencari kesempurnaan. Terapkan solusi segera, meski hanya mencakup 50 persen dari target.
  7. Perbaiki sesuatu segera jika terjadi kesalahan.

Lalu bagaimana melaksanakannya? Untuk menghasilkan Kaizen, semua orang yang terlibat harus mulai memikirkan pekerjaan mereka dengan cara baru untuk kondisi saat ini dan kondisi di masa yang akan datang.

Siklus aktivitas Kaizen yang terus menerus memiliki tujuh fase:

  1. Identifikasi sebuah kesempatan
  2. Analisis prosesnya
  3. Kembangkan solusi optimal
  4. Terapkan solusinya
  5. Pelajarilah hasilnya
  6. Standarkan solusinya
  7. Rencanakan masa depan

Pelaksanaan Kaizen terjadi dalam tiga tahap dalam organisasi:

  1. Kembangkan partisipasi: Sesi pelatihan kesadaran untuk semua karyawan adalah suatu kewajiban. Untuk lebih mendorong keterlibatan karyawan, promosikan kegiatan Kaizen secara spesifik, dan pertimbangkan untuk mendistribusikan manfaat yang nyata setelah kegiatan Kaizen diterapkan.
  2. Pelatihan dan pendidikan: Pelatihan yang terfokus untuk rekan kerja diperlukan untuk memahami apa yang dibutuhkan untuk pekerja. Pemimpin tim harus dilatih untuk memahami Kaizen dalam konteks visi organisasi, yang perlu diikuti secara menyeluruh untuk mencapai tujuan bisnis yang diinginkan. Mereka juga harus diajari tentang perlunya evaluasi dan strategi yang tidak memihak untuk meningkatkan partisipasi.
  3. Perbaikan tingkat kualitas: Setelah tahap pelatihan selesai, para praktisi harus terus fokus pada implikasi jangka panjang, penerapan secara luas, keselarasan dengan tujuan organisasi dan tujuan perencanaan. Manajemen harus membentuk departemen utama untuk melaksanakan evaluasi dan pelaksanaan Kaizen.

Simak ulasan seputarĀ business productivity kami lainnnya diĀ sini!