Beberapa perusahaan mungkin membuat kesalahan ketika mereka ingin meningkatkan kinerjanya. Namun, kesalahan terbesarnya adalah ketika mereka memutuskan tidak ada sesuatu yang bisa menjadi lebih baik. Kenapa demikian? Berbagai studi sudah menunjukkan bahkan hanya dengan tools tradisional seperti lean manufacturing dan Six Sigma mampu memberikan peluang untuk meningkatkan produktivitas di perusahaan. Tools tersebut bisa memberikan manfaat nyata dalam waktu yang singkat dan hanya menggunakan investasi modal rendah.

Sebenarnya apa yang mengganggu perusahaan? Inilah permasalahan utamanya:

1. Adanya “silo”

Mentalitas silo dapat terjadi ketika sebuah tim atau departemen berbagi tugas umum tapi berdasarkan pada kekuasaan dan status dari kelompok mereka. Mereka seringkali tidak berkomunikasi secara efektif dan cenderung untuk mengembangkan solusi sendiri dalam menyelesaikan masalah. Padahal, berbagai masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan kinerja dan masalah di departemen lain.

2. Margin Tinggi

Tingginya margin yang didapat tentu menjadi kepuasan bagi manajemen perusahaan. Dampaknya, manajemen membiarkan perusahaan hidup dengan produktivitas rendah.

3. Aspirasi Rendah

Seringkali manajemen menurunkan target produktivitas saat kinerja perusahaan memburuk, hal ini tentu dapat menekan ambisi apapun untuk memperbaiki diri.

4. Rentang Sumber Daya

Reorganisasi terkadang meninggalkan perusahaan dengan team tanpa pengetahuan teknis. Sehingga membatasi dan menghambat team melakukan perbaikan. Hal ini mengakibatkan ketergantungan pada pengetahuan dan sumber daya eksternal untuk memecahkan masalah. Sumber daya internal memiliki waktu yang terbatas untuk memahami akar permasalahan secara mendalam dan menemukan jawabannya. Sehingga mereka tidak mampu membuat solusi jangka panjang. Di beberapa perusahaan besar, hal ini sering menimbulkan masalah.

Anda cukup familiar dengan masalah di atas, bukan? Semua masalah tersebut bisa Anda atasi secepat mungkin. Begini caranya:

1. Mengembangkan pemahaman proses yang mendalam

Pastikan Anda memahami prinsip dan fungsi proses inti peralatan Anda. Pelajari prosesnya, cari rekomendasi yang tepat tanpa pembenaran.

2. Mengadakan Diskusi Bersama  

Menggabungkan beberapa disiplin ilmu seperti teknik, sains dan operasi dengan pengalaman lintas sektor sangat berharga. Hal ini memungkinkan kita mengadopsi atau bahkan menemukan sesuatu yang baru ke dalam bisnis untuk meningkatkan produktivitas.

3. Uji cepat

Ada banyak cara untuk menguji gagasan dengan murah dan cepat. Hindari pendekatan akademis dan teoritis panjang seperti yang dilakukan oleh para ilmuwan.

4. Evaluasi dampak perbaikan secara menyeluruh (end-to-end)

Untuk membangun sebuah business case, lakukan evaluasi semua dampak perbaikan pada keseluruhan proses, bukan hanya langkah spesifik yang terlibat.

Langkah di atas tentu berharga. Tidak perlu ragu lagi,sekarang Anda dapat meregangkan target produktivitas!