Supply chain adalah area yang tepat untuk mengaplikasikan tool analisis untuk mendapatkan competitive advantage, karena kompleksitas dan peran penting yang dimainkannya dalam struktur biaya dan profitabilitas perusahaan.

Semakin sulit bagi kita untuk hanya mengandalkan sistem eksekusi supply chain tradisional, dengan adanya sistem operasional global yang semakin kompleks. Belum lagi jika mempertimbangkan faktor harga yang (terpaksa) semakin ditekan, dan ekspektasi pelanggan yang makin melangit. Selain itu, pengaruh perubahan ekonomi seperti naiknya harga minyak, resesi global, supplier yang makin menyusut atau jauh, dan semakin tingginya kompetisi yang disebabkan oleh outsource berharga murah.

Semua tantangan tersebut berpotensi menciptakan waste dalam supply chain kita. Karena itulah kita membutuhkan data analisis.

Apa itu Data Analisis dalam Supply Chain?

Data analisis (data analitics) adalah metode yang digunakan untuk mengolah data mentah untuk menarik kesimpulan mengenai suatu informasi. Metode tersebut digunakan dalam banyak industri untuk membantu perusahaan membuat keputusan bisnis yang lebih baik. Selain itu juga digunakan dalam sains untuk memverifikasi (atau menyangkal) model atau teori yang telah ada.

[cpm_adm id=”10763″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Lean expert Paul Myerson mengemukakan popularitas metode data analisis  dalam area supply chain dan logistik. Menurut sebuah artikel dalam EBN online, “Beberapa ahli industri mengklaim bahwa masa bagi praktek real-time supply chain telah tiba, dan sedang dalam perjalanan menuju mainstream (berkat tools cloud data management dan meningkatnya kecenderungan adopsi supply chain software platform yang ada di pasaran. Namun, dasar-dasar yang diperlukan untuk menunjang efisiensi dalam percepatan real time, yaitu analisis supply chain, masih dalam tahap pengembangan awal di kebanyakan perusahaan dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapai kematangan.”

Myerson memahami bahwa artikel tersebut menunjukkan adanya ketertarikan akan metode data analisis, knususnya di area forecasting dan S&OP (Sales and Operation Planning). Namun perusahaan butuh waktu untuk meningkatkan dan mengimplementasikan tool dalam sistem. Untuk melakukan data analisis (dengan algoritmanya yang kompleks), data harus lebih akurat dan mudah diakses.

Baca juga  Empat Hal Penting yang Wajib Anda Ketahui dalam Implementasi Industri 4.0

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Menurut Myerson, bisnis yang memiliki supply chain biasanya mencurahkan cukup perhatian untuk membuat supply chain tersebut menghasilkan value. Namun tool dan ilmu analisa yang baru ini memungkinkan mereka untuk menggali data supply chain lebih dalam untuk mencari kemungkinan penghematan dan efisiensi.

Tool analitis sangat tepat diterapkan di area supply chain untuk mendapatkan competitive advantage, karena kompleksitas dan perannya yang sangat penting dalam struktur biaya perusahaan dan profitabilitasnya. Supply chain dapat terlihat sederhana jika dibandingkan dengan bagian bisnis yang lain, walaupun sesungguhnya tidak sesederhana itu. Buka pikiran dan kita akan selalu mampu melakukannya dengan lebih baik dengan menggali data lebih dalam, dan dengan berpikir mengenai sisi prediktif data, alih-alih sisi reaktifnya. Maka, lanjut Myerson, analisis supply chain akan bisa membuat supply chain kita lebih lean.

Sumber: Industry Week; Paul Myerson.