Delapan Pilar TPM: Penerapan Metode Praktis untuk Meningkatkan Produktifitas di Area Kerja

By on May 31, 2012

Memperbaiki peralatan sendiri. Gambar: Shutterstock

TPMDimanakah Kita Mengukur OEE?. Read more ... » atau Total Productive Maintenance memiliki 3 target utama:

  1. Zero product defect (tidak ada produk cacat)
  2. Zero equipment unplanned failures (tidak ada kegagalan atau kerusakan pada mesin yang tidak terdeteksi sebelumnya)
  3. Zero accident (tidak ada kecelakan di area kerja)

Target-target tersebut dapat dicapai dengan melakukan Gap Analysis atas catatan historis mengenai produk cacat, kegagalan mesin dan kecelakaan yang pernah terjadi sebelumnya. Gap Analysis dapat dilakukan dengan diagram fishbone, why why analysis, atau P-M analysis. Setelah didapatkan pemahaman yang jelas, rencanakan investigasi untuk menemukan penurunan performa mesin. Tahap ini disebut “Initial Cleaning”.

TPM juga berguna untuk mengidentifikasi tujuh kerugian atan tujuh pemborosan (wastePemborosan Transportasi: Salah Satu Waste yang Paling Merugikan. Read more ... ») pada mesin, yaitu:

  1. Setup adjustment time
  2. Initial adustment time
  3. Waktu kerusakan mesin (equipment bereakdown time)
  4. Mesin menganggur (idle)
  5. Speed (cycle time) losses (penurunan kecepatan)
  6. Start-up qualityKualitas dan Hubungannya dengan Market Share . Read more ... » losses (penurunan kualitas start-up)
  7. In-processApa itu Voice of Customer? Pertajam Pendengaran Anda Sebelum Memulai Inisiatif Lean Six Sigma! . Read more ... » quality losses (penurunan kualitas proses)

Ketujuh waste dalam proses manufakturOperational Excellence di Industri Manufaktur: Mengejar Bisnis yang Eco-Friendly demi Sukses yang Sustainable. Read more ... » ini harus dihilangkan, dapat dengan cara menerapkan TPM dalam proyek Kaizen. Eliminasi dari ketujuh waste tersebut merupakan aplikasi dari tiga garis besar pilar TPM, yang meliputi:

  • Efficient Equipment Utilization
  • Efficient Worker Ulitization
  • Efficient Material & Energy Utilization

Dari tiga garis besar tersebut, dikembangkan delapan pilar yang menunjang keseluruhan implementasi TPM. Delapan pilar tersebut meliputi:

  1. Focussed improvementLima Cara Sukseskan Inisiatif Lean Six Sigma di Perusahaan. Read more ... » (Kobetsu KaizenKaizen di Amazon.com: Green Strategy dan Efisiensi. Read more ... »): melakukan perbaikan yang berkelanjutan walau sekecil apapun perbaikan tersebut.
  2. Planned Maintenance: fokus meningkatkan availability dari mesin dan peralatan dan mengurangi kerusakan mesin.
  3. Edukasi dan Pelatihan: membentuk formasi karyawan yang memiliki skill dan menguasai teknik untuk melakukan autonomous maintenance.
  4. Autonomous Maintenance (Jishu Hozen): artinya adalah melakukan perawatan terhadap mesin yang dipakai. Terdapat tujuh langkah dan aktifitas yang dilakukan pada Jisshu Hozen.
  5. Quality Maintenance (Hinshitsu Hozen): quality maintenance adalah pengaturan mesin yang memperkecil kemungkinan terjadi cacat berulang kali. Hal ini dilakukan untuk memastikan tercapainya target zero defect.
  6. Office TPM: bagaimana membuat aktifitas kantor yang efisien dan menghilangkan kerugian yang mungkin terjadi.
  7. Safety, Hygene & Environment (SHE): adalah aktifitas untuk menciptakan area kerja yang aman dan sehat, dimana sangat kecil kemungkinan terjadi kecelakaan. Temukan dan perbaiki area rawan kecelakan untuk memastikan keselamatan sekaligus memelihara kesehatan lingkungan.
  8. ToolsTeam Role Practice: Mengelompokkan Anggota Tim Kedalam Tiga Kategori Utama. Read more ... » Management, untuk meningkatkan ketersediaan equipment dengan mengurangi tools resetting time (waktu pengaturan ulang alat-alat) untuk mengurangi biaya pemeliharaan peralatan dan memperpanjang usia pakai peralatan.

Ukuran Sukses TPM

Alat pengukur performa yang dianggap paling sesuai dengan Lean Manufacturing dan TPM adalah OEE (overall equipment effectivenessKalkulasi OEE dan TEEP. Read more ... »). Pengukuran OEESeven Deadly Waste dalam Business Process. Read more ... » digunakan untuk mengetahui potensi perbaikan yang dapat dilakukan pada sebuah alat atau mesin. Aplikasi konsisten dari teknik perbaikan seperti TPM ini akan secara signifikan mengurangi kerugian dan secara positif memberikan impact kepada performa suatu alat atau mesin yang beroperasi setiap hari.

One Comment

  1. Pingback: Pelatihan Total Productive Maintenance (TPM) Kembali diadakan di Santika Hotel Jakarta - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>