Problem solving atau pemecahan masalah adalah alasan mengapa seorang pemimpin itu ada. Sebagai pemimpin, tujuan utama Anda adalah meminimalkan kemungkinan terjadinya masalah, yang berarti Anda harus dapat mencegah masalah datang, atau menyelesaikan masalah begitu ia muncul sebelum berubah menjadi lebih besar.

Namun kenyataannya di tempat kerja tak semudah itu. Kita berurusan dengan pihak-pihak yang mungin memperumit masalah, entah karena sistem, politik, atau permainan yang ada. Silo, anggaran dan sumber daya yang minim, dan banyak kondisi tak menentu lainnya yang dapat mempersulit produktivitas dan penanganan Anda terhadap masalah.

Pemimpin terbaik adalah pemecah masalah terbaik, yakni mereka yang memiliki kesabaran untuk melangkah mundur untuk melihat masalah secara utuh. Melalui pengamatan yang meluas, mereka dengan baik mengamati sekeliling; atas, bawah, samping, dan di luar masalah itu sendiri. Pemimpin yang paling efektif biasanya melakukan pendekatan peluang; mereka pandai menemukan peluang baru dalam setiap masalah.

Memimpin perusahaan besar maupun kecil, berikut ini adalah empat cara efektif untuk memecahkan masalah menurut majalah Forbes:

1. Komunikasi yang transparan
Komunikasi yang transparan memungkinkan setiap orang dalam tim merasa bebas untuk menyampaikan berbagai sudut pandangnya masing-masing. Mengapa hal ini sangat penting? Bayangkan jika mereka merasa takut untuk mengungkapkan pendapatnya, Anda tidak bisa melihat apa yang mereka lihat, yang mungkin dapat menjadi kunci jawaban permasalahan yang dihadapi.

2. Membongkar silo
Komunikasi yang transparan tentu dapat membongkar silo dan mengurangi batasan antar unit sehingga fokus pada tujuan bersama. Silo dalam organisasi sering menjadi akar masalah dan penyebab mengapa masalah tak kunjung dapat terselesaikan, karena masing-masing bagian dalam organisasi sibuk mementingkan bagiannya sendiri.

3. Orang-orang open-minded
Membangun komunikasi yang transparan dan membongkar silo tentu membutuhkan orang-orang yang berpikiran terbuka alias open-minded. Karena pada akhirnya, pemecahan masalah adalah mengenai orang-orang yang bekerja sama untuk membuat perusahaan menjadi lebih baik. Sementara orang-orang berpikiran tertutup lebih mementingkan dirinya sendiri saat terjadi masalah, orang-orang berpikiran terbuka melihat secara rinci permasalahan yang ada di depan mereka untuk kemudian dapat diubah menjadi sebuah peluang.

4. Strategi yang solid
Tanpa strategi, perubahan hanyalah substitusi, bukan evolusi. Strategi yang solid harus diimplementasikan untuk memecahkan masalah. Banyak pemimpin mencoba membedah masalah daripada mengidentifikasi strategi untuk perubahan yang ada dalam masalah itu sendiri. Sementara seorang pemimpin yang efektif tahu bagaimana mengumpulkan orang, sumber daya, anggaran dan pengetahuan yang tepat berdasarkan pengalaman, lalu menghubungkan titik-titik dan menyusun rencana aksi realistis terlebih dahulu. Dengan memanfaatkan kekuatan sumber daya yang ada, pemimpin memastikan strategi tersebut mengarah pada solusi yang berkelanjutan.

Artikel Terpilih di Inbox Anda
Ya, tim konsultan SSCX akan memilihkan artikel dan ide menarik untuk Anda!

Kami akan mengirimkan maksimal 1 email per minggu dan Anda dapat unsubscribe kapan saja. Dengan berlangganan, Anda diberikan 1 ide yang bisa mengubah proses dan produk Anda lebih baik lagi.