Bagi sebagian besar organisasi, gaji karyawan menghabiskan lebih dari setengah struktur pengeluaran keseluruhannya.  Namun, benarkah perusahaan hanya mendapat kurang dari setengah dari apa yang seharusnya mereka dapat? Mengapa?

Peter Drucker mengatakan jika organisasi dapat meningkatkan produktivitas sebesar 10%, mereka akan mampu menggandakan laba mereka (dengan asumsi tenaga kerja sekitar 50% dari biaya mereka). Jika produktivitas melonjak, organisasi dapat memberikan kenaikan gaji bagi karyawan. Individu akan merasa lebih termotivasi. Mereka akan terus belajar dan maju dalam pekerjaan. Tentunya mereka juga akan merasakan keterlibatan dan kepuasan yang lebih besar dalam pekerjaan mereka. Tetapi, apa yang akan terjadi jika keahlian, kemampuan, dan pengetahuan orang di organisasi tidak digunakan secara efektif dan tepat?

Ya, hal ini sering terjadi di organisasi bahkan mungkin di organisasi Anda berada saat ini. Jika benar, kami ingin mengatakan bahwa kejahatan terbesar dalam kategori ini adalah tidak memberdayakan atau meningkatkan kapabilitas orang yang terlibat langsung dengan suatu proses untuk meningkatkan proses, misalnya: mulai menggunakan perangkat lunak tanpa pelatihan sebelumnya, tidak memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan profesi, terbatasnya wewenang dan tanggungjawab untuk melakukan tugas, tidak adanya alat/ pelatihan bisnis yang memadai.

Siapa yang bertanggung jawab?

Salah satu caranya adalah dengan menentukan penyebabnya. Jika Anda berbicara dengan individu-individu di organisasi, mayoritas menyalahkan organisasi. Mereka selalu mengatakan ingin berkontribusi secara maksimal, tetapi pada saat yang sama mereka bersikeras dengan fakta bahwa mereka memiliki kemampuan yang belum dimanfaatkan. Bagaimana untuk memperbaikinya? Anda bisa mengikuti langkah-langkah meningkatkan kinerja berikut ini:

Buat evaluasi berkelanjutan. Bukan waktu yang tepat untuk mengandalkan evaluasi kinerja tahunan. Dorong manajer untuk sering melakukan diskusi tentang penugasan pekerjaan, kemajuan yang mereka buat, dan dukungan yang mereka butuhkan.

Tinggikan fokus. Alih-alih bertanya “Apa yang sedang Anda lakukan?” Atau “Bagaimana kabarmu?” Coba ke dimensi yang lebih tinggi. “Apa yang ingin kamu lakukan dengan tugas ini?” “Apa yang bisa kamu lakukan?” Tidak ada salahnya untuk mengajukan pertanyaan langsung, “Apakah organisasi mengambil keuntungan dari bakat, keterampilan, dan minatmu?” , bagaimana kita bisa melakukan itu lebih baik? ”

Baca juga  TPS di Era Disrupsi

Beri peran yang lebih dinamis. Pembicaraan mengenai struktur pekerjaan dapat memberikan wawasan yang bermanfaat kepada karyawan. Pekerjaan lebih sering mengikuti apa yang dilakukan petahana sebelumnya di posisi itu. Biasanya tidak ada yang meninjau tanggung jawab dan kegiatan apa yang ideal. Lebih buruk lagi, begitu orang baru bergabung tidak terlihat diskusi berkala tentang bagaimana pekerjaan dapat berkembang.

Ucapkan terima kasih. Orang cenderung melakukan apa yang bisa membuatnya dihargai. Jika manajer menjadikannya sebagai praktek untuk mengekspresikan penghargaan atas keberhasilan seseorang menyelesaikan tugasnya dan terus melakukannya secara berkala, maka orang-orang juga akan cenderung mengulangi keberhasilan tersebut.

Berapa banyak kemampuan yang Anda gunakan dalam pekerjaan Anda saat ini? Bagaimana dengan orang-orang di sekitar Anda? Apakah orang yang sedang Anda kembangkan bisa bekerja lebih maksimal? Anda bisa mengikuti langkah-langkah di atas untuk memaksimalkan talent di organisasi dengan lebih baik. Itu akan mendorong kesuksesan Anda sebagai seorang pemimpin, juga akan membuat Anda (dan tim) lebih puas dan secara dramatis meningkatkan kinerja organisasi.