Kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta merupakan program yang sangat penting untuk menyiapkan masyarakat terutama generasi muda menghadapi era digital.

Era digital yang berjalan secara dinamis diyakini  berpotensi meningkatkan perekonomian Indonesia. Jumlah usaha rintisan yang bergerak di dalam ekosistem digital saat ini telah mencapai 1.700 dan kemungkinan akan terus tumbuh. Pertumbuhan ini akan membantu meninciptakan pekerjaan baru namun juga akan menghhilangkan beberapa pekerjaan yang sudah ada sebelumnya sehingga penting untuk melakukan persiapan pekerjaan masa depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  sebagaimana dilansir dari bisnis.com menyatakan bahwa IMF cukup optimistis pertumbuhan perekonomian Indonesia akan mencapai 5,3 persen di tahun ini dengan dorongan tiga sektor yaitu konsumsi, ekspor, dan investasi. Sebelumnya, pada hari Senin (26/2), Direktur Pelaksana Dana Moneter IMF Christine Lagarde melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Sri Mulyani mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut IMF mengklaim peluang dari potensi yang dimiliki Indonesia saat ini cukup tinggi. Selain itu IMF juga sangat mengapresiasi sejumlah kebijakan pemerintah saat ini terutama dari sisi investasi seperti single submission dan pendidikan vokasi.

Dalam pertemuan tersebut Lagarde menyampaikan bahwa keputusan pemerintah terkait pendidikan vokasi sudah tepat dan bagus. Menurutnya, konektivitas antara pemerintah dengan industri maupun pelaku ekonomi memang sangat diperlukan. Sebagai perbandingan dia mencontohkan Jerman dan Denmark, kedua negara tersebut memiliki program yang cukup baik, dimana kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam vokasi menjadi salah satu syarat.

Lagarde datang ke Indonesia untuk menghadiri acara konferensi internasional tingkat tinggi (High-Level International Conference) yang diselenggarakan oleh IMF bersama Bank Indonesia, 26-27 Februari 2018. Konferensi ini merupakan bagian dari kegiatan menuju Annual Meeting IMF-World Bank 2018.