SHIFT SSCX pharmaceutical 1

Menyelamatkan Kehidupan dengan Keunggulan Operasional Perusahaan Farmasi 

Pada SHIFT Issue 3 bagian II ini, kita akan melihat bagaimana perusahaan farmasi memperbaiki proses operasionalnya dengan penerapan Lean Manufacturing sebagai metode perbaikannya. (simak pembahasan sebelumnya di bagian I)

***

Para eksekutif dari industri farmasi dan biofarmasi baru-baru ini  menghadiri pertemuan di Princeton,N,J., untuk mempelajari konsep terbaru dari lean manufacturing. Selain itu, Phil Emard, praktisi metode Lean dan Operational Excellence, menyajikan strategi untuk implementasi inisiatif Lean yang efektif dan berkelanjutan, yang merupakan tantangan utama bagi industri farmasi.

Menghadapi Tantangan dengan Implementasi Metode Perbaikan

Di bawah tekanan yang makin intens untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kualitas produk, perusahaan-perusahaan farmasi mulai membuka diri untuk mengapresiasi dan mengadopsi teknik yang digunakan di sektor lain di industri manufaktur, yaitu Lean Manufacturing dan Six Sigma. Teknik-teknik tersebut memang tidak bisa begitu saja “dicemplungkan” di pabrik-pabrik farmasi yang lebih kompleks. Namun kecenderungan ini menunjukkan adanya peningkatan fokus untuk mengoptimasi proses manufaktur mereka.

Lean Manufacturing sendiri adalah sebuah metode dan sistem manajemen yang konsepnya diadaptasi dari Toyota Production System, sebuah pendekatan unik dari Toyota dalam berproduksi. Fokus utamanya adalah menghilangkan waste (aktiftas tanpa nilai bagi pelanggan) dalam proses produksi dan memberikan nilai tambah (value) yang berarti bagi pelanggan, sehingga meningkatkan nilai produk di mata pelanggan.

Mengefisiensikan Proses dengan Teknologi RMMs

Pada awalnya, industri farmasi sempat meragukan RMMs, walaupun metode-metode tersebut menawarkan keuntungan yang lumayan. Dahulu, penghalang utama adopsi RMMs adalah ketidak-pastian  mengenai penerimaan pihak regulator. Faktor lain yang jadi penghalang adalah biaya yang mungkin dikeluarkan terkait validasi dan implementasi, serta effort untuk mengubah budaya yang telah terbiasa dengan metode tradisional.

Salah satu proyek yang telah dilakukan oleh beberapa perusahaan farmasi yang ‘berkiblat’ pada efisiensi adalah penggunaan Rapid Microbial Detection yang juga dikenal dengan sebutan Rapid Microbial Methods (RMMs). RMMs adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan hasil tes mikrobiologi dalam waktu lebih cepat dibandingkan metode kultur jaringan.

Lalu, kemanakah tujuan dari perjalanan panjang penerapan Lean sebagai metode perbaikan pada perusahaan farmasi?

Tetap simak ulasannya dalam Improve and Save Lives! (Bagian III).

Artikel Terpilih di Inbox Anda
Ya, tim konsultan SSCX akan memilihkan artikel dan ide menarik untuk Anda!

Kami akan mengirimkan maksimal 1 email per minggu dan Anda dapat unsubscribe kapan saja. Dengan berlangganan, Anda diberikan 1 ide yang bisa mengubah proses dan produk Anda lebih baik lagi.