Industri 4.0 dan Lean merupakan dua kepingan puzzle yang saling melengkapi

Setelah kita memahami definisi industri 4.0 dan definisi lean (kita bahas dalam artikel sebelumnya), maka kita dapat melihat dengan jelas benang merahnya. Industri 4.0 adalah bagian dari pilar autonomation dalam house of lean. Industri 4.0 atau lean, ini bukanlah opsi yang harus diperdebatkan. Keduanya akan mendukung organisasi menuju kesempurnaannya. Industri 4.0 memungkinkan sistem produksi lean mencapai kesempurnaan.

Melalui penggunaan sensor dan actuator, realtime data analysis, big data, cloud computing, dan artificial intelligence, akan memungkinkan pemahaman realtime terhadap keinginan pelanggan, realtime data sharing, feedback langsung terhadap kelemahan produk dan proses, dan mengurai permasalahan supply chain yang kompleks. Produsen dapat memproses produk jauh lebih cepat dengan waste lebih sedikit, dan juga mengurangi inventori secara dramatis, sehingga proses leadtime di seluruh rangkaian end-to-end value chain jauh lebih cepat.

Sebaliknya, penerapan industri 4.0 tanpa menjalankan prinsip-prinsip Lean dapat berakibat fatal. Kita bisa menerapkan teknologi pada proses yang tidak tepat, proses yang tidak memberi nilai tambah, automation pada proses yang justru menjadi kelemahan mesin, memiliki layout produksi yang tidak sesuai dengan prinsip value stream, gagal menciptakan aliran one piece flow, menumpuk banyak inventori dan produk NG, dsb.

Kita tidak boleh meremehkan peran manusia dalam melakukan pemecahan masalah di proses produksi. Semua proses selalu membutuhkan evolusi, adjustment, dan improvement terus menerus untuk menjadi sempurna. Toyota yang sudah menerapkan automation di hampir semua proses, pada awalnya juga membutuhkan beberapa percobaan untuk sampai di titik tersebut. Dan kita bisa melihat bagaimana Giga Factory yang dari awal terlalu optimis dengan kemampuan automatiom justru tertatih-tatih dan mendapatkan banyak masalah karenanya.

Baca juga  Industri 4.0 VS Lean (1)

Industri 4.0 adalah hal penting yang dibutuhkan untuk menciptakan Lean yang sempurna. Tapi kita tidak bisa mengabaikan fondasi serta prinsip-prinsip Lean pada proses yang kita buat.  Keduanya adalah kepingan puzzle yang akan saling melengkapi.