Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak optimis dan terus bergerak di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19 saat ini serta menjadikan tahun 2021 sebagai momentum untuk bangkit dan bergerak menuju negara maju.

“Ini adalah masa yang sulit. Semua negara, 215 negara, mengalami hal yang sama seperti kita alami. Ke depan, tantangan dan peluang-peluang yang ada ini harus kita hadapi dan kita raih,” ujarnya dikutip dari situs setkab.go.id.

Jokowi menyebut bahwa ada sejumlah peluang dan tantangan yang harus bersama dihadapi. Mulai dari upaya dan peluang di jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Peluang jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Dalam jangka pendek misalnya, bantuan sosial serta bantuan bagi pelaku UMKM akan terus dilanjutkan. Protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19 juga termasuk tantangan dan upaya yang akan diwujudkan dalam jangka pendek ini.

Kemudian, dalam jangka menengah, Presiden berbicara soal industri yang bakal dapat berkembang di masa pandemi saat ini. Tentunya hal tersebut harus disertai dengan perubahan-perubahan perilaku yang selaras dengan protokol kesehatan di masa pandemi.

“Kalau ada yang bertanya, industri apa sih yang akan bertahan dalam (pandemic) COVID-19 ini? Kalau kita lihat, saya melihat, dan ini perlu terus kita kembangkan; satu pangan, yang kedua farmasi dan rumah sakit, ketiga teknologi jasa keuangan dan pendidikan,” ungkapnya.

Adapun dalam jangka panjang, Presiden melihat dua peluang yang harus digarap oleh baik pemerintah maupun pihak dunia usaha, yakni produk dan ekonomi hijau serta digitalisasi.

Dengan menangkap semua peluang tersebut, Presiden berharap agar mulai tahun 2021 ini seluruh pihak dapat bersiap untuk bangkit dan melewati masa krisis sekaligus menjadikan Indonesia bertransformasi menuju sebuah kekuatan ekonomi baru dan menjadi negara maju.

Baca juga  Happy New Year 2021, Excellent People!

“Tahun 2021 adalah momentum kita semuanya untuk bangkit. Dan jika kita mampu melewati masa krisis ini dengan baik, kita akan lebih siap menjawab tantangan-tantangan ke depan. Bertransformasi negara kita menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru, semakin tangguh, dan menjadi negara maju,” tutup Presiden.