It is not the strongest of the species that survives nor the most intelligentIt is the one most adaptable to change”, Charles Darwin

Teknologi terus “mengganggu”hampir di setiap sektor industri. Kondisi berubah dengan sangat cepat dan tidak ada satupun industri yang sepenuhnya bisa kebal terhadap dampak yang mengikuti perubahan akibat teknologi tersebut. Namun, beberapa dari Anda lebih siap untuk melakukan perubahan besar dibanding yang lain. Para ahli teknologi di Forbes mengatakan bahwa ada beberapa industri dan layanan yang akan terdampak oleh pesatnya teknologi, dan akan mengalami gangguan bisnis. Siapa saja mereka?

1. Layanan Keuangan Dan Hukum
Industri jasa keuangan dan hukum akan mengalami banyak perubahan karena teknologi. Hal ini bisa kita kenali dengan munculnya chatbots yang semakin cerdas untuk membantu pelanggan, machine learning untuk mendeteksi penipuan dan menganalisa kontrak, dan juga blockchain sebagai sistem untuk memindahkan uang.  

2. Dunia Kesehatan
Internet of Things, perangkat seluler, dan kecerdasan buatan (AI) akan membantu meningkatkan pengumpulan dan analisa data kesehatan. Jika di masa lalu orang harus pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan diagnosa atau penjelasan atas suatu penyakit, saat ini mereka bisa melakukannya dari rumah dan cukup menggunakan perangkat seluler.

3. Pendidikan
Dengan teknologi, dunia pendidikan akan menjadi lebih terpersonalisasi, memungkinkan kita untuk mencari tahu minat anak dan membiarkan mereka mengeksplorasi ketertarikan mereka di mata pelajaran apa. AI dapat membantu pelajaran menjadi lebih personal dan menarik bagi individu. Seperti kita ketahui saat ini bahwa mass approach dalam pendidikan tidak menjawab kebutuhan anak-anak.

4. Keamanan Data
Keamanan data dan privasi menjadi pertimbangan bahkan ancaman utama ketika teknologi digital semakin maju. Saat ini menerapkan data sentral menjadi pilihan atau solusi untuk melindungi data di semua perangkat, termasuk Cloud. IT akan memiliki visibilitas penuh terhadap keamanan dan kontrol data, seperti halnya jika mereka berada di server pusat.

Baca juga  Menurut Forbes, Indonesia Akan Jadi Macan Asia

5. Layanan Pelanggan
Saat ini, orang lebih banyak berinteraksi secara visual dan kontekstual, secara fleksibel dengan memanfaatkan kombinasi antara suara dan komunikasi digital, dan mudah diakses, smartphone misalnya. Industri layanan pelanggan diharapkan siap untuk menghadapi hal ini. Dengan memanfaatkan teknologi yang tepat mereka bisa merespons perubahan perilaku di masyarakat berdasarkan permintaan pasar.

6. Asuransi
Industri asuransi memiliki lebih banyak peluang untuk memperkenalkan nilai pelanggan melalui perangkat mobile. Industri ini juga harus belajar dari industri perbankan yang lebih dulu masuk ke digitalisasi dengan merangkul perusahaan FinTech. Dengan bermitra dengan FinTech, perusahaan asuransi bisa beroperasi dengan biaya yang lebih rendah, tidak lagi bergantung pada sistem lama, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

7. Industri Otomotif
Industri otomotif juga siap untuk mengalami disrupsi. Dalam beberapa tahun terakhir, kendaraan otonom semakin menarik perhatian dan di sisi lain pabrikan juga mulai masuk ke perusahaan teknologi. Seperti sektor lainnya, industri otomotif juga terus berinovasi untuk merampingkan proses.

Sumber : Forbes