Kementerian Perindustrian optimis sektor industri manufaktur di kuartal II/2019 mampu tumbuh lebih agresif dibanding periode sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya momentum Ramadan dan Lebaran.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar mengatakan bahwa pihaknya optimis di kuartal II nanti pertumbuhan industri akan mendekati 5 persen. Melampaui pencapaian kuartal I yang hanya di angka 4,8 persen.

Menurutnya, iklim usaha pasca pemilihan presiden dan anggota legislatif semakin membaik setelah sebelumnya para investor memilih wait and see. Ditambah lagi adanya moment lebaran dimana konsumsi sebagian besar masyarakat meningkat.  Selain itu, peredaran uang ke daerah pun semakin kencang karena banyak masyarakat yang mudik atau pulang kampung. “Liburnya panjang, sehingga orang bisa spend lebih besar,” imbuhnya.

Sekjen Kemenperin juga menilai bahwa aksi massa yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 tidak berdampak besar terhadap aktivitas industri nasional. Pihaknya percaya bahwa gejolak politik akan segera mereda dan aktivitas industri berjalan normal. Sementara itu, pertumbuhan industri manufaktur juga akan terkerek oleh kenaikan investasi yang diproyeksi melonjak pada kuartal II tahun ini. Adapun keyakinan ini mengacu pada tren yang sudah terjadi sejak pemilu tahun 1992.

Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang menyumbang cukup signfikan bagi total investasi di Indonesia. Pada triwulan I tahun 2019, industri pengolahan nonmigas berkontribusi sebesar 18,5% atau Rp16,1 triliun terhadap realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN). Adapun tiga sektor yang menunjang paling besar pada total PMDN tersebut di tiga bulan awal tahun ini, yakni industri makanan yang menggelontorkan dana mencapai Rp7,1 triliun, disusul industri logam dasar Rp2,6 triliun dan industri pengolahan tembakau Rp1,2 triliun.

Selanjutnya, industri manufaktur juga menyetor hingga 26% atau USD1,9 miliar terhadap realisasi penanaman modal asing (PMA). Tiga sektor yang menopangnya, yaitu industri logam dasar sebesar USD593 juta, diikuti industri makanan USD376 juta serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia USD217 juta.

Baca juga  Pemerintah Siapkan Insentif untuk Tingkatkan Daya Saing Industri

Kemenperin menargetkan, sepanjang 2019 pertumbuhan industri manufaktur dapat mencapai 5,4%. Subsektor yang diperkirakan tumbuh tinggi, antara lain industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika.