Industrial Internet of Things (IIoT) sering digambarkan sebagai pengganti teknologi lawas, tetapi potensinya bukanlah terletak pada strategi perbaikan yang bersifat menggantikan tetapi melalui perubahan dan perbaikan cerdas yang dilakukan secara inkremental.

Industri refrigerasi skala komersial, sebuah bisnis senilai $ 9,4 miliar per tahun di Amerika Serikat sangat tepat mengadopsi Industrial Internet of Things (IIoT) dan menerima semua manfaat yang dihasilkannya. Cerdas, saat ini teknologi terhubung mulai digunakan dalam sistem self monitoring refrigerasi yang dapat membuat penyesuaian berdasarkan konten spesifik mereka, sehingga dapat mengurangi konsumsi energi dan biaya selagi mempertahankan konten berharga mereka. Selain itu, sistem pintar ini dapat memprediksi gangguan operasional yang mahal dan secara proaktif menjadwalkan pemeliharaan untuk menjamin operasi yang berkelanjutan.

Untuk mewujudkan evolusi ini, perusahaan-perusahaan refrigerasi hampir tidak pernah sepenuhnya mengganti sistem yang ada. Mengganti ratusan bahkan ribuan lemari es, freezer, dan kendaraan pengiriman akan sangat mahal dan mengancam kesinambungan layanan.

Sebaliknya, mereka mengintegrasikan teknologi terhubung ke dalam ekosistem yang telah ada, membangun bootstrap digital di kantor fisik mereka. Hasilnya, perusahaan-perusahaan refrigerasi ini dapat mengambil dan menganalisis data penting yang berada di dalam sistem dengan lebih baik dan mengekstraknya dengan insight dan nilai bisnis yang baru.

IIoT sering digambarkan sebagai pengganti teknologi lawas, tetapi potensinya bukanlah terletak pada strategi perbaikan yang bersifat menggantikan tetapi melalui perubahan dan perbaikan cerdas yang dilakukan secara incremental atau bertahap. Agar adopsi IIoT meningkat, dan nilainya benar-benar dirasakan dalam ekonomi global, bisnis perlu melakukan pemetaan dan mengikuti jalan evolusi yang cerdas dan sistematis, bukan revolusi.

Ada sedikit keraguan bahwa IIoT adalah perubahan besar bagi perusahaan karena mereka siap untuk mendigitalkan proses yang ada dan mengembangkan sesuatu yang baru untuk merespon dengan cepat dan dinamis terhadap permintaan pelanggan dan pasar yang selalu berubah. Juga sangat penting bagi mereka untuk mengendalikan biaya dan mendedikasikan diri sebagai pemimpin industri di pasar.

Di dunia IIoT yang baru, jaringan perangkat pintar yang dilengkapi sensor dan objek mengumpulkan data, menginterpretasikan dan menganalisis, dan dapat secara otomatis mengambil tindakan berdasarkan aturan bisnis pintar. Ini memungkinkan analisa prediktif, misalnya, untuk mendeteksi masalah dalam lingkungan industri refrigerasi atau mengungkapkan titik potensi kegagalan di lantai pabrik, atau bahkan kapasitas pabrik yang ada untuk meningkatkan kemampuan produksi dan pendapatan.

Nilai pasar yang menembus hampir miliaran dolar pada tahun 2025, Accenture memprediksi bahwa dampak teknologi IIoT dapat membawa sebanyak $ 14,2 triliun ke ekonomi global selama dekade berikutnya.

Meskipun IIoT membuka banyak peluang untuk pengurangan biaya, peningkatan kualitas dan pertumbuhan bisnis, survei Accenture terhadap lebih dari 1.400 pembuat keputusan di level atas menunjukkan bahwa sementara 84% organisasi percaya mereka memiliki kemampuan untuk menciptakan aliran pendapatan berbasis layanan IIoT, 73% mengatakan perusahaan mereka belum membuat kemajuan nyata. Anehnya, hanya 7% yang telah mengembangkan strategi komprehensif dengan investasi proyek yang sesuai.

Dapat dimengerti, perusahaan cenderung konservatif dalam hal penggunaan teknologi baru yang dapat mengganggu operasi yang membutuhkan keahlian khusus – dan IIoT terdengar seperti tantangan dan risiko.

Namun, mengoptimalkan aset yang ada melalui pendekatan evolusioner ke teknologi yang terhubung adalah cara yang telah terbukti untuk membangun perusahaan berbasis IIoT. Kunci utama perusahaan untuk sukses dalam evolusi ini, mendapatkan sponsor untuk proyek-proyek awal serta sukses dalam bisnis, perusahaan harus memahami langkah-langkah terbaik dalam memulainya. Ada tiga panduan dasar yang harus diingat oleh perusahaan ketika mereka memulai perjalanan IIoT di organisasinya:

1. Bangun tim yang tepat
Salah satu tantangan teknis utama dari IIoT adalah pemilihan, kustomisasi dan integrasi digital enabler yang tepat. Dengan demikian, perusahaan membutuhkan para ahli yang memahami bagaimana mengimplementasikan secara bertahap pondasi penting dalam industrial setting.

Para pakar yang memahami perangkat lunak mengakui bahwa penggandengan IIoT dengan teknologi digital seperti komputasi cloud /edge, big data, blockchain dan AI memungkinkan integrasi mulus antara teknologi yang cerdas dan terhubung dengan sistem yang ada dan akan memberikan nilai bisnis yang meningkat.

Ini bisa disebut Internet of Things, tetapi eksekusi yang sukses dimulai dengan orang yang tepat yang memiliki sponsor eksekutif yang tepat.

2. Lakukan Uji Coba
Penerapan IIoT yang gagal dapat menyebabkan penghentian produksi secara signifikan, hilangnya sponsor dan akan merugikan bisnis lainnya, pendekatan evolusioner dan sistematis untuk IIoT seperti ini yang harus dihindari. Oleh karena itu, kebijakan untuk melakukan uji coba diperlukan berdasarkan fasilitas eksperimental dan melalui pilot project. Infrastruktur dan aplikasi simulasi sepenuhnya harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meminimalkan tingkat pengujian sebelum penempatan di produksi.

3. Mengembangkan Roadmap IIoT perusahaan:
Perubahan ke IIoT merupakan komitmen strategis dan perjalanan jangka panjang, dibanding menjalankan satu proyek. Perusahaan dan mitra teknologi harus mengembangkan peta jalan dengan berbagai langkah implementasinya. Blueprint ini harus memaparkan pendekatan secara bertahap tentang adopsi dan penerapan IIoT, memprioritaskan berbagai kasus implementasi, dan mengilustrasikan transisi proses yang sudah ada sebelumnya ke proses IIoT yang dijalankan. Metrik utama dapat ditentukan per fase dan keberhasilannya secara bertahap harus diapresiasi di sepanjang perjalanan dan di seluruh perusahaan. Penting bahwa keberhasilan di awal bisnis tercapai dan visibilitas perubahan dan evolusi terbukti di seluruh bisnis untuk memastikan pendanaan yang berkelanjutan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mendukung roadmap IIoT.

Dengan mengikuti panduan ini, perusahaan dapat ber-evolusi menuju ekosistem IIoT dengan keseimbangan inovasi, efektivitas biaya, fleksibilitas pemakaian, kemampuan berkembang, dan teknologi umur panjang. Pada akhirnya, jika dijalankan dengan benar, nilai bisnis yang diperoleh jauh melebihi investasi evolusi. Jadi, tunggu apalagi? Mulai evolusi hari ini!

sumber: industryweek