SHIFT SSCX News transportasi Indonesia

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempublikasikan berbagai proyek pembangunan di sektor transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian yang dimulai tahun 2015. Kemenhub pun meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif mengawasi proyek-proyek tersebut.

“Ini penting kan sehingga masyarakat bisa awasi ini semua,” ujar Jonan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (20/4/2015).

Dia menjelaskan, berbagai proyek pembangunan infrastruktur dalam lima tahun ke depan lebih di prioritaskan untuk berbagai daerah yang masih tertinggal dalam hal transportasi. Menurutnya, hal itu merupakan perintah dari Presiden Jokowi langsung.

Sementara itu, terkait berbagai proyek besar misalnya Kereta Api supercepat Jakarta-Bandung atau Jakarta-Surabaya tak mendapatkan ruang dalam APBN hingga 2019 mendatang. Pasalnya, Jonan kembali menegaskan bahwa sepeser pun APBN tak boleh digunakan untuk proyek tersebut. Artinya, kalau pun ada yang berminat membangun KA supercepat maka diserahkan kepada investor tanpa ada bantuan dana APBN.

Gantinya, Kemenhub menganggarkan dana APBN untuk sektor perkeretaapian dengan membangun jaringan KA di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Papua Barat.

Di sektor darat, proyek besar yang dilakukan Kemenhub yaitu pengadaan 25 bus besar dan 25 bus sedang serta pengadaan 15 unit bus pemadu moda dan 1.050 unit Bus Rapid Transit.

Di sektor laut, proyek besar meliputi pembangunan 93 kapal perintis dengan rincian 1 unit kapal khusus ternak, 20 unit kapal rede transport, 9 unit kapal barang multi purpose dan dockingrepair , 47 kapal negara perintis.

Lalu ada proyek pembangunan 170 pelabuhan laut yang sebagian besar sebagai pelabuhan singgah kapal perintis.

Sementara di sektor udara, pembangunan bandar udara (Bandara) di daerah-daerah tertinggal menjadi prioritas utama. Berdasarkan data Kemenhub, ada ratusan lokasi daerah tertinggal yang diupayakan pembangunan bandaranya.

Berikut daftar proyek tersebut:
A. Tranportasi Darat
Pembangunan dan rehabilitasi terminal di 17 kota
Pembangunan ATCS di 12 kota
Pengadaan 25 bus besar dan 25 bus sedang serta pengadaan 15 unit bus pemadu moda dan 1.050 unit Bus Rapid Transit
Pembangunan dermaga sungai, danau dan penyeberangan sebanyak 67 lokasi (23 lokasi baru dan 44 proyek lanjutan)
Rehabilitasi dermaga sungai, danau dan penyeberangan sebanyak 52 lokasi
Pembangunan 14 kapal penyeberangan
Pengerukan alur penyeberangan di 5 lokasi
Pembangunan rambu penyeberangan 16 unit dan rambu sungai-danau sebanyak 1.629 unit

B. Transportasi Laut
Pembangunan 93 kapal perintis dengan rincian 1 unit kapal khusus ternak, 20 unit kapal rede transport, 9 unit kapal barangmultipurpose dan docking repair, 47 kapal negara perintis
Pembangunan 170 pelabuhan laut yang sebagian besar sebagai pelabuhan singgah kapal perintis
Pengerukan alur pelayaran di 13 lokasi
Pembangunan dan rehabilitasi SBNP sebanyak 220 paket
Pembangunan sistem telekomunikasi pelayaran 23 paket
Rehabilitasi kapal navigasi 12 unit
Pembangunan dan rehabilitasi jetty kenavigasian 35 lokasi
Pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendukung kenavigasian sebanyak 71 paket
Pengadaan 5 unit kapal induk kenavigasian dan 5 unit kapal pengamat perambuan
Pembangunan 75 unit kapal patroli

C. Transportasi Udara
Perpanjangan dan pelebaran runway di 35 bandara
Pembangunan bandara baru (lanjutan) di 19 lokasi
Pembangunan dan pengembangan bandara di daerah rawan bencana di 57 lokasi
Pembangunan bandara untuk membuka daerahterisolir di 49 lokasi
Pembangunan bandara wilayah perbatasan di 26 lokasi
Pembangunan dan penyediaan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan di 118 bandara

D. Transportasi Perkeretaapian
Pembangunan jaringan KA Sumatera
Pembangunan jaringan KA Jawa
Pembangunan jaringan KA Sulawesi
Studi perencanaan pembangunan jaringan KA Kalimantan
Studi perencanaan pembangunan jaringan KA Papua Barat.***

Sumber: Kompas.com