Ada banyak konsep dalam penciptaan inovasi bisnis, salah satunya adalah inovasi yang berangkat dari penemuan individu atau seseorang yang melihat keadaan dengan cara yang berbeda sehingga memiliki ide untuk menciptakan potensi baru dan merealisasikannya. Selanjutnya, konsep yang lebih umum untuk menciptakan bisnis yang sukses adalah merekrut sekelompok praktisi berpengalaman yang memiliki pemahaman baik di industri mereka dan mampu melihat kebutuhan yang belum terpenuhi oleh pasar kemudian bersiap mengambil peluang tersebut.

Namun, bagaimana jika Anda bukan satu diantara dua kelompok di atas? Untungnya sekarang ada acara lain, karena saat ini setiap individu maupun organisasi yang ingin tumbuh bisa menjalankan proses inovasi yang terstruktur berdasarkan kebutuhan sehingga bisa memaksimalkan peluang bisnis yang sukses.

Proses inovasi berbasis kebutuhan telah muncul selama beberapa dekade terakhir dan dikenal dalam banyak istilah, salah satunya discovery strategy. Todd Murphy seorang Innovation Strategist di Root3 Labs dalam artikelnya di Industryweek mengatakan terlepas dari istilah dan definisi yang digunakan yang pasti ada tiga hal utama yang dibutuhkan untuk mengevaluasi peluang bisnis atau produk baru. Pertama, menciptakan frame work atau kerangka kerja untuk para kolaborator berdiskusi tentang nilai dan strategi ke depan. Kedua, membawa objektivitas yang bisa menyeimbangkan semangat entrepreneur dan innovator dan memberikan tools kepada tim sehingga bisa memutuskan keputusan terbaik tanpa adanya bias/ kontroversi. Ketiga, memungkinkan tim untuk melacak dan mengelola progress dalam mengevaluasi peluang baru.

Discovery strategy dilakukan sebelum proses pengembangan produk dijalankan. Ini merupakan langkah awal untuk mendefinisikan dan mengkarakterisasi kebutuhan dan pasar sebelum membangun solusi. Tidak ada orang atau organisasi yang ingin menginvestasikan waktu dan sumber daya yang signifikan untuk mengembangkan produk atau layanan dengan pasar terbatas atau ada defect. Kebutuhan yang baik adalah kebutuhan yang membuat pelanggan siap untuk mendapatkan solusi, sesuai dengan fokus dan kapabilitas para inovator, dan dapat ditangani dengan sumber daya yang tersedia.

Baca juga  Tiga Cara Meningkatkan Pola Berpikir Sistematis

5 Langkah Mudah Berinovasi

Menurut Murphy, ada lima langkah penting dalam proses discovery strategy, yaitu:

  1. Mengembangkan daftar pemahaman kebutuhan (potensial). Kebutuhan dapat datang dari berbagai tempat, tetapi penting untuk memanfaatkan tools desain yang human centered untuk terlibat dengan pemangku kepentingan baik itu untuk mengidentifikasi kebutuhan atau memvalidasinya nanti. Dalam hal ini, tidak ada yang bisa menggantikan proses “mendengar”suara pelanggan dan pengguna – bagaimana pandangan mereka, dan mengamati apa yang sebenarnya terjadi di area inovasi yang Anda inginkan.
  2. Tentukan kebutuhan. Ini melibatkan pengembangan problem statement yang dibuat dengan hati-hati yang merangkum pemahaman masalah saat ini dan membentuk tim yang akan menjalankannya.
  3. Buat rincian peluang di setiap kebutuhan. Karena bekerja dalam tim, sepakati lebih dulu metrik utama dan tentukan sistem untuk menilai peluang berdasarkan metrik tersebut. Metrik ini diantaranya meliputi perkiraan market size, respons stakeholders, hambatan yang mengancam, dan pesaing yang ada. Kita bisa mulai dengan sedikit data yang dikumpulkan secepat mungkin dan menilai peluang berdasarkan metrik. Gunakan sistem scoring untuk fokus pada peluang utama dan lakukan langkah ini secara berulang untuk semakin dekat pada target paling potensial.
  4. Mengembangkan solusi. Setelah mencapai pemahaman yang cukup mendalam dan memiliki daftar singkat apa saja yang dapat dikelola, mulai kembangkan solusi yang spesifik.
  5. Ideasi. Gunakan best practice untuk brainstorming dan pembuatan konsep untuk mengembangkan daftar solusi alternatif. Berikan peringkat konsep berdasarkan spesifikasi kebutuhan untuk membuat pilihan akhir, untuk membuat pengembangan yang lebih lanjut.

Output dari proses di atas adalah daftar (peluang) solusi terbaik yang telah diperiksa dengan baik. Biasanya innovator akan memilih berdasarkan kebutuhan utama mereka dan menjalankannya. Benar, terkadang bekerja melalui proses inovasi berbasis kebutuhan tidaklah selalu mudah, tetapi investasi ini akan membantu Anda mendapatkan opsi probabilitas tertinggi untuk pekerjaan yang lebih lanjut. Proses discovery strategy adalah sebuah framework yang bisa digunakan siapa saja yang sedang mempertimbangkan bisnis baru.

Baca juga  Operational Excellence dan Transformasi Digital, Lebih Penting Mana?

Sumber: Industryweek