Dukungan untuk menciptakan keunggulan operasional harus dimulai dari manajemen teratas.

Ketika pemimpin memandang keunggulan operasional hanya sebagai program perbaikan seperti Six Sigma atau lean, itu akan sulit. Ketika program perbaikan hanya berfokus pada tujuan manufaktur, seperti menghilangkan limbah/pemborosan/waste, atau meningkatkan efisiensi dan produktivitas pabrik, tidak satu pun inisiatif program ini yang berhubungan langsung dengan eksekutif senior yang lebih tertarik pada pertumbuhan bisnis dan pangsa pasar.

Untuk membangkitkan minat atau mendapat dukungan dari top level atau eksekutif senior, kuncinya adalah duduk bersama dan membahas dampak keunggulan operasional terhadap bisnis, bukan pabrik. Artinya, mendiskusikan tujuan dari keunggulan operasional dan bagaimana bisnis akan terpengaruh ketika tujuan tercapai. Para eksekutif senior perlu memahami bahwa setiap pekerjaan bisa berjalan tanpa harus ada intervensi dari manajemen. Bahwa mereka yang berada di posisi manajer bisa leluasa bekerja memikirkan pertumbuhan bisnis dan menjadi penyedia solusi dibanding harus memikirkan hal-hal teknis yang sebenarnya tidak membutuhkan kehadiran mereka. Para pemimpin harus memahami bahwa manajer harus berbicara dengan pelanggan dan berinovasi dengan mereka. Disini operasi tidak lagi menjadi masalah dasar dalam bisnis, karena semua berjalan sesuai waktunya. Nah, setelah tujuan keunggulan operasional dipahami dengan jelas, eksekutif senior akan dapat melihat bahwa ini adalah apa yang mereka cari – pertumbuhan bisnis. 

Bukan hanya eksekutif senior saja yang menolak keunggulan operasional, manajemen menengah juga sering menolak perubahan yang diindikasikannya. Manajer menengah berperan mengarahkan orang dan biasa menggunakan pengaruhnya. Sebagian besar dari mereka kemungkinan menolak program keunggulan operasional karena harus keluar dari zona nyaman mereka. Oleh karena itu penting untuk membuat para manajer memahami bahwa keunggulan operasional akan membuat mereka menjadi lebih bernilai bagi organisasi. Mereka akan memiliki lebih banyak waktu untuk mempengaruhi pertumbuhan perusahaan dibanding memastikan proses. Mungkin mereka akan tidak nyaman melakukan sesuatu hal yang baru, untuk itu tunjukkan pada mereka bahwa hasil akhir perubahan akan mempengaruhi keseluruhan sistem, bahwa mereka tidak lagi perlu menghadapi masalah yang sama di masa depan.

Setelah para eksekutif dan karyawan di level manajerial memahami bagaimana kaitannya lean dengan kesuksesan perusahaan, tugas selanjutnya adalah memperkenalkan tool ini kepada karyawan non manajerial. Ketika dihadapkan dalam tugas ini, jelaskan kepada karyawan bahwa tujuan keunggulan operasional adalah sebagai upaya untuk perbaikan berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan mereka. Namun, ini tidak hanya dimaksudkan untuk menghilangkan pemborosan agar biaya berkurang. Keunggulan operasional akan menjadi rencana strategis perusahaan untuk menciptakan produk dan layanan yang diinginkan pelanggan, dan mengirimkannya dengan lancar.

Baca juga  Membangun Nilai Perusahaan Melalui Human Capital

Berikan gambaran praktis tentang sinergi yang bisa diciptakan oleh orang-orang pabrik, pemasaran, dan penjualan. Sinergi ini akan mengarahkan perusahaan yang tadinya sebagai produsen menjadi penyedia solusi, dengan demikian perusahaan dapat berinovasi dengan pelanggannya. Mereka dapat mencari informasi dan berdiskusi tentang bagaimana pelanggan menggunakan produk mereka, dan mendapatkan wawasan untuk memodifikasi produk tersebut sehingga nilai tambahnya meningkat.

Sangat penting untuk membicarakan pertumbuhan bisnis dan pangsa pasar dengan semua orang di perusahaan. Seorang agen operational excellence harus bisa menjadi pendidik yang berbicara dengan bahasa baru, kemudian mengajarkan semua orang untuk berbicara tentang hal baru tersebut. Ketika karyawan memahami bagaimana mereka bisa berkontribusi terhadap perusahaan, perubahan dan budaya pertumbuhan akan terjadi.