Ketika digunakan bersama-sama, Lean dan Six Sigma dapat membantu bisnis terus berkembang di era yang sangat kompetitif ini.

Kompetisi bisnis yang semakin tidak mengenal ruang menuntut peningkatan kinerja perusahaan secara terus menerus. Tujuannya tidak lain yaitu meningkatkan pendapatan. Berbagai metode perbaikan dijalankan untuk bisa menjadi perusahaan Nomor satu berdasarkan aspek keuntungan.

Untuk tetap kompetitif banyak perusahaan kelas dunia telah menjalankan metode Lean Six Sigma, yaitu suatu metode yang terstruktur untuk membantu proses optimalisasi dan efisiensi, memastikan perusahaan mencapai keunggulan operasional. Sesuai namanya, lean six sigma merupakan kombinasi dari lean manufacturing dan six sigma. Metode ini digunakan untuk membentuk sistem yang dapat menghilangkan segala macam pemborosan. Harapannya, bisnis bisa meningkatkan produksi selagi merampingkan proses mereka. Metode ini terdiri dari lima fase yang disebut DMAIC (Design-Measure-Analyze-Improve-Control). Lean Six Sigma sekarang menjadi salah satu pendekatan untuk peningkatan kualitas paling diminati oleh berbagai organisasi di banyak industri karena dapat memberi keuntungan dalam hal:

  1. Pengambilan Keputusan Bisnis. Seperti kita ketahui, lean six sigma adalah metodologi dimana semua keputusan diambil berdasarkan data. Tentu saja keputusan ini lebih efektif dibanding keputusan yang hanya mengandalkan asumsi atau penilaian individu.
  2. Penghematan Waktu. Selama inisiasi proyek, para ahli akan membantu dan mengawasi jalannya proyek. Selain itu, cara kerja yang terstruktur (menggunakan metode DMAIC) dan tinjauan rutin melalui gate review yang dilakukan di setiap akhir fase oleh para ahli akan memberikan solusi cepat yang dapat menghemat banyak waktu dan sumber daya.
  3. Penghematan Biaya. Fokus utama lean six sigma adalah mengurangi pemborosan, segala upaya tentu akan mengarah pada penghematan biaya dalam bisnis.
Baca juga  Tiga Prinsip Utama Metode Design Thinking

Siapakah yang dimaksud AHLI dalam Six Sigma?

Dalam implementasi Lean Six Sigma yang sukses, organisasi memiliki infrastuktur peran yang mendukung. Mereka adalah para Ahli yang akan memimpin dan memberdayakan tim selama proyek berjalan, terdiri dari:

  1. Executive Leaders, peran ini diisi oleh pimpinan tingkat atas. Mereka bertanggung jawab untuk mengatur visi, tujuan dari implementasi Lean Six Sigma. Mereka memfasilitasi pemegang peran lain dengan kebebasan dan dukungan sumber daya untuk mengeksplorasi ide baru sehingga dapat menciptakan perbaikan yang berkelanjutan.
  2. Champions, executive leaders akan memilih champion dari jajaran manajemen tingkat atas. Nantinya, mereka akan bertanggungjawab terhadap implementasi Lean Six Sigma di organisasi secara keseluruhan dan juga menjadi mentor para Black Belts.
  3. Black Belts, adalah profesional yang dapat menjelaskan filosofi dan prinsip-prinsip Lean Six Sigma dengan baik, termasuk semua tool pendukung di dalamnya. Mereka berkontribusi penuh dalam penerapan Lean Six Sigma. Black Belt memiliki tanggung jawab utama pada eksekusi proyek. Untuk itu, seorang Black Belt harus memiliki kemampuan tinggi untuk memimpin tim, memahami dinamika tim, dan mendelegasikan peran dan tanggung jawab kepada seluruh anggota tim. Black Belt memiliki pemahaman mendalam mengenai prinsip kerja Lean Six Sigma dan seluruh aspek DMAIC (Design-Measure-Analyze-Improve-Control). Mereka mampu mengidentifikasi elemen-elemen dan aktivitas tanpa nilai tambah (pemborosan) juga mengeliminasinya dengan menggunakan tools yang efektif.
  4. Green Belts, karyawan yang melakukan implementasi Lean Six Sigma bersamaan dengan tanggung jawab pekerjaaannya. Mereka menjalankan proyek di bawah bimbingan Black Belt. Adapun tugas utama seorang Green Belt adalah terlibat aktif dalam proyek perbaikan dan bertanggung jawab penuh untuk menganalisa masalah dan mengatasinya. Dalam menjalankan tugasnya mereka akan dibantu oleh Yellow Belt atau White Belt. Mereka adalah karyawan yang telah menyelesaikan pelatihan dasar mengenai tools Six Sigma.

Saat ini, Profesional yang terampil dalam Lean Six Sigma menjadi aset berharga bagi perusahaan. Jika Anda ingin mengembangkan karir di bidang manajemen kualitas, sangat disarankan untuk segera mencari sertifikasi Lean Six Sigma dari lembaga pelatihan dan sertifikasi yang terdepan dalam kualitas seperti SSCX International.

Baca juga  Inilah Empat Manfaat Kaizen bagi Bisnis Anda

SSCX International adalah perusahaan konsultan dan jasa pelatihan Lean Six Sigma terbaik di Indonesia yang telah membantu kemajuan ratusan organisasi di berbagai sektor industri.  Selama ini SSCX International dikenal oleh klien dan komunitas operational excellence sebagai perusahaan konsultan implementasi dan jasa pelatihan yang tak hanya memberikan service tapi juga menggaransi hasil. Bulan Agustus mendatang, SSCX International kembali mengadakan Public Training Lean Six Sigma Green Belt secara online dan memberikan diskon khusus 50 persen khusus untuk 10 pendaftar pertama. Informasi dan pendaftaran hubungi tim support SSCX di Wa.me/628175763021. atau event@sscx.asia

Catatan Penting: Seorang Green Belt mempunyai tanggungjawab transfer ilmu kepada anggota tim sehingga dia wajib menguasai metode Lean Six Sigma. Ingat, sebagian besar kegagalan implementasi Lean Six Sigma tidak lain disebabkan kurangnya penguasaan terhadap metodologi Lean Six Sigma itu sendiri. Jadi, jangan sampai salah pilih pelatihan, ya!