Mengapa tim dengan komposisi sumber daya manusia (SDM) terbaik bisa gagal menjalankan proyek? Jika Anda pemimpinnya besar kemungkinan adalah karena Anda gagal menyatukan pengetahuan, semangat, dan karakter orang-orang di tim Anda.

Ada berbagai cara pembentukan tim, salah satu yang paling populer adalah pendekatan Belbin atau dikenal dengan Belbin Team Roles. Pendekatan yang ditemukan oleh Meredith Belbin, seorang Profesor dari University of Cambridge ini menemukan bahwa kombinasi keterampilan yang berbeda menjadi penentu utama efektivitas sebuah tim. Belbin menghabiskan sembilan tahun untuk melakukan penelitian manajemen tim, berdasarkan penelitiannya dia menyimpulkan bahwa dengan melihat komposisi peran yang ada dalam sebuah tim dirinya dapat memprediksi apakah tim tersebut akan sukses atau sebaliknya. Adapun kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil penemuannya bahwa setiap individu berdasarkan sifat-sifat pribadinya, pasti memiliki satu atau lebih “peran yang disukai” .

9 Peran dalam Belbin Team Roles

Untuk bisa membentuk tim yang efektif, seorang pemimpin proyek harus mampu menyeimbangkan peran dari anggotanya sehingga kontribusi setiap individu akan optimal. Dalam penelitian Belbin juga ditemukan ada sembilan peran individu yang akan mendorong kesuksesan tim. Adapun sembilan peran tersebut terdiri dari:

  • PL – Plant: Kreatif, imajinatif, tidak umum, menyelesaikan masalah-masalah yang sulit. Kelemahan : pelupa, lemah dalam komunikasi dan kurang perhatian terhadap hal praktis.
  • RI – Resource Investigator:Extrovert, antusias, komunikatif, mencari peluang, mengembangkan kontak. Kelemahan: terlalu optimis
  • CO – Coordinator:Dewasa, percaya diri, pimpinan yang baik. Menentukan sasaran, mendorong pengambilan keputusan, dapat mendelegasikan tugas dengan baik.
  • SH – Shaper: Menantang, dinamis, tumbuh dalam tekanan. Memiliki tekad dan keberanian dalam menyelesaikan hambatan-hambatan. Kelemahan: provokasi
  • ME – Monitor Evaluator: berpikir kritis, kontrol atas diri sendiri, strategis, dan mampu membuat keputusan. Melihat semua kemungkinan. Menilai secara akurat. Kelemahan: tidak menginspirasi dan skeptis
  • TW – Team Worker: Kooperatif, sederhana, cepat mengerti, diplomatis, fleksibel, mampu mendengar, menghindari friksi, menenangkan tim. Kelemahan: mudah terpengaruh
  • IMP – Implementer: Disiplin, dapat diandalkan, konservatif, dan efisien. Mengubah ide menjadi tindakan. Kelemahan: tidak fleksibel
  • CF – Completer Finisher: Teliti, penuh perhatian, tidak sabar,(mampu) mencari kesalahan dan kekurangan (pekerjaan), tepat waktu. Kelemahan: terlalu khawatir
  • SP – Specialist: Berpikiran tunggal, mampu memotivasi sendiri, berdedikasi. Memberikan pengetahuan dan keahlian berdasarkan pengalaman yang jarang diketahui. Kelemahan: terlalu spesialis
Baca juga  Mengenal Prinsip 80/20 (Prinsip Pareto)

Peran Plant – Monitor Evaluator – Specialist adalah peran yang berorientasi ke pemikiran atau Thinking Oriented sementara Shaper – Implementer – Complete Finisher adalah peran yang orientasinya di tindakan atau Action Oriented, sedangkan Team Worker – Resource Investigator – Coordinator lebih berorientasi ke manusia atau People Orinted. Memahami peran masing-masing tim akan membantu tim mengevaluasi diri, sehingga setiap orang akan berkontribusi positif dan bekerja secara efektif, mampu memahami dan mengisi kelemahan yang lain.