Kepemimpinan bukan hanya soal jabatan. Memang, pemimpin yang menggandeng kata kepemimpinan dalam dirinya dapat memperoleh gaji yang tidak sedikit sekaligus koneksi dan ketenaran.

Namun, inti dari kepemimpinan, atau istilah yang lebih populernya leadership bukanlah tentang semua penjelasan di atas.

Kepemimpinan sejati jauh artinya dengan otoritas dan pengakuan dari dunia luar. Sebaliknya, kepemimpinan adalah tentang bagaimana mengembangkan orang dan membantu orang lain mencapai potensi yang mereka miliki sepenuhnya. Kepemimpinan adalah tentang memfasilitasi semua orang dengan alat dan strategi yang tepat bukan hanya untuk memaksimalkan kesuksesan organisasi, melainkan juga untuk semua anggota timnya. Kepemimpinan adalah tentang menghilangkan semua penghambat dan memimpin orang lain melewati masa depan yang tidak pasti.

Pemimpin-pemimpin terbaik tidak hanya berhasil membantu tim mereka meraih kesuksesan dan mendominasi pasar, mereka juga sangat peduli terhadap semua anggota timnya dan mengerti keunggulan tersebut untuk menjadi seorang pemimpin.

Coba renungkan. Sebagai seorang pemimpin, Anda memiliki kesempatan untuk mengubah hidup seseorang setiap harinya. Misalnya, sederhana saja, Anda menyapa mereka pada setiap pertemuan, atau membantu mereka mencapai keberhasilan mereka yang juga membawa dampak positif pada perusahaan. Karena hal-hal positif yang dilakukan oleh pemimpin kepada setiap anggota tim akan membuat mereka berkembang menjadi lebih kuat dan lebih bijaksana.

Ada sejumlah besar kualitas yang salah satunya menjadi keharusan yang dibutuhkan untuk bisa menjadi pemimpin yang hebat, yaitu semangat untuk mengembangkan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh setiap anggota timnya. Saat pemimpin mulai merubah semua anggotanya secara individual, maka dia juga akan mengubah organisasinya secara keseluruhan.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Kemampuan merubah orang – baik dalam sikap maupun pola pikir – adalah salah satu kualitas yang harus dipikirkan oleh setiap pemimpin setiap harinya, karena mereka akan mengerti apabila mereka berhasil mengubah orang-orang tadi, maka misi dan visi yang direncanakan sebelumnya akan mampu tercapai. Para pemimpin yang terjebak dalam egoisme dibandingkan dengan mereka yang mengembangkan potensi orang-orang mereka pasti akan gagal dalam waktu singkat. Perlu diingat bahwa terdapat perbedaan yang cukup besar antara kepemimpinan sejati dan manajemen yang otoriter.

Baca juga  Fase Analyze Metodologi Lean Six Sigma DMAIC

Seperti halnya atlet yang harus berlatih setiap harinya untuk meningkatkan kompetensi mereka, pemimpin juga harus memiliki mentalitas yang sama untuk mampu menjadi lebih efisien dalam mengubah dan menginspirasi seluruh tim, termasuk juga menemukan solusi dari setiap permasalahan yang mereka hadapi.

Komitmen yang dilakukan untuk memberikan tenaga ekstra terhadap perkembangan seluruh tim dan juga menginspirasi mereka akan menentukan hasil dari kerja keras tersebut. ketika seorang pemimpin memahami dengan baik apa intisari dari kepemimpinan sejati, bukan hanya organisasi yang dipimpinnya mengalami perubahan kea rah yang lebih positif, melainkan juga semua individu di dalamnya.

Tentu, tidak ada yang mudah untuk melakukan perbaikan dan perubahan, termasuk juga untuk memahami dan mengimplementasikan kepemimpinan sejati dalam diri dan seluruh tim. Bahkan, hal ini merupakan salah satu pekerjaan yang paling sulit, namun juga memiliki potensi menjadi pekerjaan yang paling menguntungkan di seluruh dunia. Tak peduli banyak atau sedikit anggota tim yang dipimpin, fokus untuk mengembangkan dan menginspirasi seluruh tim untuk mencapai kesuksesan mereka itulah kepemimpinan sejati.***

Sumber: entrepreneur.com