Nama besar kini tidak lagi menjamin keberlangsungan hidup suatu bisnis, terbukti sudah banyak perusahaan besar yang kini tinggal nama, tersingkir dari pasar seperti Kodak dan Blackberry misalnya. Apa penyebabnya? Satu kesamaan yang dimiliki oleh mereka yang tersingkir yaitu tidak berinovasi. Karena sudah berada di zona nyaman, mereka gagal mengantisipasi perubahan dengan cepat dan akhirnya ditinggal para pesaing.

Charles Darwin pernah mengatakan bahwa makhluk yang bisa bertahan hidup bukanlah yang paling kuat, paling besar ataupun paling buas namun yang paling bisa beradaptasi. Perubahan akan terus terjadi di masa datang, tidak sedikit pekerjaan yang ada saat ini akan hilang digantikan oleh kemajuan teknologi. Sebab itu kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan menjadi inovatif sehingga apapun kondisinya kita siap menghadapinya. Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang akan membantu kita untuk menjadi inovatif.

KEEP CURIOSITY

Jagalah rasa penasaran Anda. Biasakan diri Anda untuk selalu penasaran. Artinya jika Anda merasa penasaran terhadap sesuatu hal itu tandanya Anda selalu berpikir dan pada akhirnya hal itu akan membawa Anda kepada perubahan.

LEARNING NEW THING

Beri target diri Anda untuk dapat mempunyai keahlian, kemampuan atau pun pengetahuan baru di setiap tahun. Jika Anda seorang teknisi, cobalah untuk belajar tentang keuangan. Jika saat ini Anda adalah seorang pekerja kantoran cobalah untuk mencoba menjadi reseller dari suatu produk. Sisihkan sebagian pendapatan Anda sebagai investasi pengembangan diri Anda.

SURROUNDED BY INNOVATIVE PEOPLE

Berusahalah agar circle pertemanan Anda dikelilingi oleh orang-orang yang optimis. Pelajari bagaimana mereka selalu bisa bertahan dan menjadi inovatif. Ambil semangat dan mindset dari mereka, lalu temukan metode agar menjadi orang yang inovatif menurut cara Anda sendiri.

Baca juga  Peran Penting Behavioral Management dalam Budaya Improvement

ACTION AND TAKE RISK

Ini merupakan hal yang terpenting. Jika semua rencana sudah dibuat, segeralah untuk dilaksanakan. Pikirkan resiko apa yang paling buruk, lalu siapkan diri Anda terhadap resiko terburuk tersebut. Jika dirasa Anda siap menerima resiko terburuk tersebut….so tidak ada alasan bagi anda untuk tidak segera ACTION!