Seperti kuman yang berevolusi, masalah dalam perusahaan pun juga berevolusi. Untuk menyembuhkan penyakit yang lebih berat, kita tak bisa menggunakan obat yang sama dengan sebelumnya. Sama halnya dalam mengatasi masalah yang lebih kompleks, kita tidak bisa menggunakan cara yang sama lagi.

Untuk membantu perusahaan mengatasi dan menyelesaikan masalah yang semakin kompleks tersebut kita membutuhkan tools atau alat manajemen yang bernama Six Sigma. Dalam Six Sigma, kita bisa memilih tools yang tepat sesuai skala permasalahan yang dihadapi, misalnya untuk masalah dasar bisa kita selesaikan dengan 5S, masalah di atasnya lagi kita bisa selesaikan dengan PDCA atau dengan TPM, kemudian masalah di atasnya lagi kita menggunakan Six Sigma, dan untuk masalah yang paling tinggi kita dapat menggunakan Design For Six Sigma.

Six Sigma adalah salah satu metode untuk menyelesaikan masalah, meskipun tidak semua masalah harus menggunakan Six Sigma. Kelebihan Six Sigma sendiri adalah sifatnya yang komprehensif untuk mengoptimalkan produktivitas di perusahaan dengan fokus mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Six Sigma akan membantu kita bagaimana memetakan masalah, bagaimana menganalisa masalah, dan bagaimana kita menggali akar masalah tersebut. Jika kita ibaratkan dengan pisau, Six Sigma adalah pisau yang sangat tajam sehingga akan lebih mampu menyentuh ke dalam di bandingkan dengan yang lainnya. Selain sebagai solusi atas evolusi masalah, Six Sigma juga bisa memberikan hasil yang jauh lebih besar melalui proyek cost reduction.

Penerapan Six Sigma sendiri tak bisa lepas dari peran penting para operatornya yang dibagi ke dalam beberapa jenis tingkatan, mulai dari White Belt, Yellow Belt, Green Belt, dan Black Belt.  Bagi seorang Green Belt, mereka dituntut mempunyai kemampuan teknis dan strategi komunikasi yang baik, karena nantinya Green Belt adalah orang yang akan mengeksekusi project yang ada di lapangan.

Baca juga  Pendaftaran OPEXCON Project Competitions 2018 Akan Ditutup pada 20 September 2018

Secara otomatis, apabila seorang Green Belt mempunyai amunisi yang lebih banyak, mempunyai tools yang lebih lengkap, dan mempunyai cara berfikir yang lebih baik maka mereka akan lebih mudah dalam mengatasi masalah. Mengingat saat ini masih ada kesalahan laten yang dilakukan seorang Green Belt. Kesalahan tersebut diantaranya adalah memunculkan solusi dalam tahapan menentukan tema. Padahal dalam setiap tahapan kita harus bisa bersifat obyektif. Ketika mendapat solusi di awal maka yang terjadi selanjutnya adalah menggiring analisa akar masalah ke dalam solusi yang sudah ditentukan. Bagaimana menghilangkan kesalahan laten ini? Temukan jawabannya di artikel kami selanjutnya.