Black Belt yang sukses adalah yang dapat mengatasi hampir semua rintangan hingga berhasil serta menyelesaikan keseluruhan sebuah proyek. Termasuk masalah mendasar seperti pemilihan proyek yang buruk, kurangnya infrastruktur Six Sigma, kurangnya dukungan Champion, atau kurangnya data. Sebuah perusahaan yang ingin memilih atau mengembangkan Black Belt yang sukses, harus mulai dengan mencari orang yang tepat dengan seperangkat keterampilan kepemimpinan, analitis, dan kemampuan manajemen proyek yang seimbang.

Dalam kategori kepemimpinan, kandidat Black Belt yang sukses berorientasi pada hasil dan memiliki kepemimpinan yang kuat serta kemampuan manajemen perubahan. Misalnya, Black Belt harus cukup percaya diri untuk mengkoordinator sebuah tim dan pemimpin senior dalam proyek Six Sigma.

Mereka harus memiliki catatan yang baik, memiliki kemampuan untuk melihat dampak hilir di seluruh perusahaan sehingga mereka sangat ingin membuat perubahan, dengan memiliki kemampuan untuk memfasilitasi perubahan melalui kemampuan mendengarkan, mempengaruhi, presentasi, dan komunikasi yang kuat dari seorang Black Belt.

Dalam hal kemampuan analisis, Black Belt yang sukses biasanya membuat keputusan yang tepat dan solid berdasarkan data. Mereka menggali lebih dalam akar penyebab masalah. Mereka tidak puas dengan rekomendasi yang tidak didukung oleh data. Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat dan terus mengidentifikasi masalah.

Kesalahan terbesar yang dilakukan perusahaan saat memilih Black Belt adalah dengan memberi penekanan terlalu banyak pada kemampuan kandidat untuk menjalankan analisis statistik. Meskipun memiliki kemampuan analisis untuk statistik, matematika, dan sains itu penting, namun dengan perangkat lunak statistik mereka dapat dengan mudah menggunakannya. Justru hal yang terpenting adalah kemampuan untuk memahami data yang dianalisis dan membuat keputusan yang tepat.

Secara umum, Black Belt yang memiliki pengalaman manajemen proyek biasanya lebih baik daripada kandidat yang tidak memilikinya. Pelatihan formal atau pengalaman yang kuat dalam manajemen proyek akan membuat Black Belts menjalankan pekerjaannya secara efektif, menetapkan tujuan, menentukan peran dan tanggung jawab, menetapkan tugas, menutup isu, menyelesaikan konflik dan memindahkan proyek ke depan. Ada hubungan langsung antara manajemen proyek yang efektif dan waktu siklus proyek.

Black Belt yang menggabungkan seperangkat keterampilan kepemimpinan, analitis dan manajemen proyek yang seimbang dengan pengetahuan yang kuat dan memahami feedback dari pelanggan dan disiplin lainnya seperti hukum, kepatuhan, pemasaran, keuangan, operasi dan teknologi lebih mungkin berhasil di dalam perjalanan Six Sigma.

Artikel Terpilih di Inbox Anda
Ya, tim konsultan SSCX akan memilihkan artikel dan ide menarik untuk Anda!

Kami akan mengirimkan maksimal 1 email per minggu dan Anda dapat unsubscribe kapan saja. Dengan berlangganan, Anda diberikan 1 ide yang bisa mengubah proses dan produk Anda lebih baik lagi.