Dualisme peran yang dimiliki oleh Chief Operational Officer atau COO menjadikan jabatan ini unik, mereka menjadi seorang pemimpin juga pengikut sekaligus. Selain sebagai orang kepercayaan CEO, mereka juga mempunyai peran penting mengatur operasional perusahaan. Ini tidak mudah pastinya, lalu bagaimana agar peran COO bisa dirasakan oleh perusahaan?

Berdasarkan penelitian Nathan Bennet, Profesor Manajemen dari Universitas Georgia Tech, yang berkolaborasi dengan seorang pakar leadership, Stephen A. Miles, ada empat faktor yang sangat menentukan kesuksesan COO melakukan perannya. Sebaliknya, mereka akan gagal jika mengabaikan empat faktor ini:

REASON – Posisi COO harus ada dengan alasan yang tepat. Apakah perusahaan benar-benar membutuhkan seorang COO? Pastikan jawabannya adalah YA.

TIME – Posisi COO harus ada di waktu yang tepat. Dalam artian kehadirannya harus diterima oleh CEO. CEO harus siap memberi kepercayaan dan berbagi peran kepemimpinan dengan COO sehingga proses keduanya berperan efektif.

PERSON – Posisi COO harus diisi oleh orang yang tepat. Faktor the right person ini dapat dinilai dengan mempertimbangkan tiga elemen: kecocokan antara CEO dan COO, kecocokan antara kemampuan dan tuntutan pekerjaan, dan kecocokan antara peluang karir COO yang ada dan tujuan karir dari kandidatnya

SUPPORT – COO harus mendapat dukungan yang tepat. Kemampuan dan kecakapan seorang COO tidak akan memberikan nilai bagi perusahaan apabila mereka tidak mendapat dukungan yang bersifat situasional.

Keempat faktor tersebut mempengaruhi satu sama lain. Misalnya begini: karena alasan untuk mengadakan peran COO berubah, maka karakter orang yang tepat untuk mengisinya juga berubah. Ketika orang yang mengisi posisi tersebut berubah, segala faktor yang mendorong dukungan manajemen juga berubah. Selanjutnya tantangan utama bagi manajemen dan CEO untuk mempertimbangkan pengadaan peran COO adalah memahami seberapa situasional bentuk dari peran ini dan seberapa jauh ketergantungan antar faktor terjalin. Estimasi yang buruk akan menjadi root cause bagi eksekusi peran COO yang gagal.