PDCA adalah metode problem solving yang dapat membantu kita mengidentifikasi berbagai masalah dan melakukan improvement secara sistematis.

Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan tentang siklus PDCA (Plan – Do – Check – Act) berikut ini:

  • Plan, mengidentifikasi dan menganalisa masalah yang akan diselesaikan
  • Do, menjalankan solusi sejalan dengan hasil analisa masalah
  • Check, mengukur seberapa efektif kinerja solusi yang sudah dilakukan
  • Act, menerapkan solusi yang telah ditingkatkan secara menyeluruh

Empat langkah dalam PDCA merupakan pendekatan berulang yang sangat dibutuhkan baik oleh individu maupun organisasi sebagai metode pembelajaran, pengembangan, dan perbaikan berkelanjutan atau continuous improvement.

Seperti kita tahu, sebagus apapun operasional perusahaan, selalu ada ruang atau potensi untuk membuatnya menjadi lebih baik, menjadi jauh lebih efektif, dan juga lebih efisien. PDCA juga akan mendorong perubahan baru termasuk mindset, cara kerja, dan budaya organisasi. Setiap individu akan memiliki solusi untuk setiap masalah dalam proses, dan tidak ragu membuat tantangan (solusi) baru.

7 Tools dalam PDCA

Untuk melakukan continuous improvement, kita bisa memanfaatkan metode PDCA dengan 7 Tools yang mendukungnya. 7 Tools ini terdiri dari:

1. Check-sheet

Mengutip sixsigmaindonesia, Check sheet atau lembar pemeriksaaan adalah sebuah dokumen sederhana yang digunakan untuk mengumpulkan data pada saat real-time dan pada lokasi dimana data tersebut muncul. Biasanya dokumen ini terdiri dari formulir kosong yang didesain atau digunakan untuk “merekam” atau menyimpan informasi yang diinginkan dengan cepat, mudah, dan efisien.

2. Stratification

Stratifikasi didefinisikan sebagai tindakan pengelompokan data atau objek ke dalam kategori yang lebih kecil dan dengan karakteristik yang sama. CEO SSCX International Rifki Rizal Derrian dalam webinar The New CI for Banking (15/03) menjelaskan bahwa stratifikasi merupakan sebuah alat penyelesaian masalah yang merinci masalah menjadi bagian-bagian diskrit yang lebih kecil dan lebih terkelola. Teknik ini tepat digunakan ketika kita sudah tahu tentang faktor apa saja yang terlibat. Singkatnya, jika dilakukan dengan benar stratifikasi bisa membantu kita segera menemukan faktor-faktor kunci penyebab dari suatu masalah.

Baca juga  Bersiaplah! OPEXCON 2022 digelar 7 Desember 2022

3. Histogram

Histogram adalah sebuah representasi grafik yang menampilkan impresi visual dari distribusi data. Histogram terdiri dari frekuensi tabular, ditunjukan sebagai balok yang berdekatan, didirikan sepanjang interval yang berlainan, dengan luas yang sama dengan frekuensi dari observasi di dalam interval. Dengan histogram kita bisa mendapatkan informasi terkait estimasi sebuah distribusi probabilitas dari variabel kontinu. Kita juga akan mengetahui variasi yang terjadi dalam proses sebagai acuan untuk membuat keputusan.

4. Pareto

Pareto Chart adalah salah satu jenis chart yang terdiri dari grafik balok dan juga garis. Tujuan dari pareto chart adalah untuk memperjelas faktor yang paling penting (atau yang paling besar) dari beberapa faktor yang ada. Dalam quality control, hal ini sering kali merepresentasikan sumber defect yang paling sering ditemui, jenis defect yang paling sering muncul, ataupun alasan-alasan yang paling sering muncul saat terdapat komplain dari konsumen, dan banyak lagi hal lain yang sejenis. 

5. Fishbone Diagram

Fishbone diagram atau The Cause & Effect (C&E) diagram merupakan alat terstruktur untuk melakukan brainstorming. Tool ini dibuat untuk membantu tim mengidentifikasi potensi penyebab masalah. Diagram ini akan sangat efektif untuk menganalisa masalah proses ketika ada banyak kemungkinan penyebab masalah. Tujuannya adalah untuk menemukan “sebab-sebab” dan akhirnya menentukan tindakan korektif atau perubahan proses yang diperlukan. Teknik ini dapat memakan waktu, tetapi sangat bermanfaat karena bisa mencatat semua faktor yang mungkin menjadi penyebab masalah, sehingga dapat didiskusikan, dievaluasi, dan diprioritaskan.

6. Scatter Diagram

Mengutip ASQ, Scatter Diagram atau grafik pencar adalah diagram yang terdiri dari grafik berpasangan (X dan Y) yang berisikan data numerik, dengan satu variabel di setiap sumbu. Tujuannya yaitu untuk mencari tahu hubungan atau membuktikan hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Nilai dari sepasang variabel digambarkan pada titik-titik poin, jika variabel saling berkorelasi maka titik-titik akan jatuh sepanjang garis atau kurva.

Baca juga  PLN Sukses Reduksi 32 Juta Metrik Ton Emisi Karbon pada 2022

7. Control Chart

Control Chart adalah alat yang dapat membantu Anda mengetahui stabilitas suatu proses. Tool ini akan memberitahu Anda jika ada hal-hal yang menyimpang dalam proses, sehingga Anda bisa langsung mengambil tindakan dan mengembalikan proses pada jalur yang benar. 

Excellent people, demikianlah penjelasan singkat tentang metode PDCA 7 Tools. Bagi Anda yang ingin belajar metode dan cara implementasinya, hubungi tim SSCX di 08175763021 atau kunjungi www.sscxinternational.com