Perencanaan strategis harus memiliki tujuan yang berkaitan dengan kualitas.

Perencanaan strategis, tentu saja, adalah istilah yang sangat familiar khususnya untuk mereka yang berada dalam strata direksi dan manajemen di perusahaan. Perencanaan strategis adalah pendekatan sistematik yang mendefinisikan target-target jangka panjang organisasi, dan perencanaan yang dibuat untuk memenuhinya.

Ketika sebuah organisasi menetapkan suatu tujuan jangka panjang, perencanaan strategis akan membuka jalan menuju tujuan tersebut, tahun demi tahun, dalam bentuk perencanaan bisnis tahunan. Perencanaan ini terdiri atas target-target tahunan, perencanaan sumber daya, dan langkah krusial yang diambil demi mencapai tujuan.

Keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dengan menetapkan perencanaan strategis, antara lain:

  • Target dan tujuan terdefinisikan dan terpahami dengan baik; proses perencanaan membuat segalanya lebih jelas dan terukur.
  • Proses perencanaan membuat segala tujuan mungkin dicapai.
  • Proses monitoring memastikan agar semua usaha dan langkah yang diambil tepat menuju target yang telah ditetapkan.
  • Waste yang mungkin dan telah terjadi akan dapat diselesaikan sesuai “jadwal” selama proses improvement berjalan.
  • Fokus-fokus baru mengenai pelanggan dan kualitas akan terbentuk seiring dengan perkembangan.

Penting! Target tertinggi harus ada dalam perencanaan

Mungkin terdengar agak klise, namun perusahaan yang menetapkan visi untuk menjadi perusahaan terbaik dengan cara mencetak produk dan jasa dengan kualitas terbaiklah yang akan menang. Brand mereka akan lebih sering menarik preferensi pelanggan dibandingkan dengan brand yang hanya sedikit nilai keuntungannya di mata pelanggan. Namun keberhasilan menempati strata tertinggi di dunia bisnis tidak semata bergantung kepada kualitas barang atau jasa, namun juga melibatkan banyak faktor lain. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  1. Tingkat penjualan
  2. Kemampuan dalam efisiensi biaya
  3. Budaya perusahaan yang baik dan tingkat kepuasan karyawan tinggi
  4. Kesuksesan pasar yang menguntungkan bagi stakeholder.
Baca juga  PTPN V Unggul Dalam Mewujudkan Dekarbonisasi

Jika menjadi yang terbaik adalah mimpi Anda, sangat penting untuk “memasukkan” faktor-faktor tersebut kedalam perencanaan strategis dan perencanaan bisnis tahunan perusahaan Anda. Hal ini khususnya berguna agar fokus-fokus baru tersebut menjadi bagian dari perencanaan, bukannya menjadi “faktor pengganggu” bagi prioritas lain yang ditetapkan dalam perencanaan tersebut. Dengan demikian, energi dan kemampuan yang dimiliki oleh sumber daya juga akan dikerahkan untuk mewujudkan keempat faktor diatas. Jika tidak, segala mimpi akan kejayaan kemungkinan harus dilupakan.

Perencanaan strategis dan aspek “kualitas”

Semua pemimpin di perusahaan pasti memahami perencanaan strategis jika berkaitan dengan penetapan target finansial, atau target-target perusahaan lainnya. Namun tidak banyak yang mempersandingkannya dengan aspek “kualitas” (yang telah dibahas sebelumnya). Inilah antara perbedaan perencanaan strategis yang ‘biasa’ dengan yang ‘luar biasa’. Perencanaan yang luar biasa akan memperhatikan dan menyertakan target-target yang berkaitan dengan “kualitas”, baik dalam sub-target ataupun target tahunan perusahaan. Dalam perencanaan strategis jenis ini, seluruh sumber daya dan fokus pekerjaan akan dipusatkan kepada target-target kualitas tersebut.

Six Sigma dan Lean Enterprise telah lama menjadi metode yang mampu mendukung perencanaan strategis yang mengarah kepada kualitas. Integrasi antara metode yang mengintegrasikan “kualitas dan fokus kepada pelanggan” sangat penting demi kesuksesan pencapaian target perusahaan.

Beberapa organisasi menamakan intergasi ini dengan berbagai sebutan, seperti “hoshin kanri” atau “hoshin planning”. Pada versi awal dari US Malcolm Balridge National Quality Award, proses ini disebut “strategic quality planning” yang kemudian dipersingkat menjadi “strategic planning” saja.

Mengenai bagaimana cara manajemen mempersatukan antara perencanaan strategis dan kualitas ini akan berbeda antara organisasi yang satu dengan yang lain. Yang penting adalah memastikan bahwa kualitas ikut menjadi aspek penting dalam perencanaan, demi mencapai keuntungan besar yang disebutkan di awal tulisan ini.