“Digital ekonomi tidak hanya menciptakan innovative growth namun juga membawa dampak disruptif terhadap kondisi yang sudah mapan sebelumnya” – Jokowi, Presiden RI

Melihat ke belakang, fotografi begitu diminati pasar menghantarkan produsen kamera berada di puncak kejayaannya. Memasuki era digital, bisnis ini mulai mengalami guncangan bahkan ada yang gulung tikar tersisih oleh kehadiran gawai dengan fitur kamera setara DSLR disertai maraknya aplikasi pintar yang mendukung. Menghadapi guncangan ini, perbaikan secara berkelanjutan mutlak dibutuhkan perusahaan. Hal ini telah dibuktikan oleh perusahaan asal Jepang, Fujifilm.

Dengan melakukan berbagai macam inovasi dan diversifikasi, penjualan Fujifilm sejak April-November tahun 2017 telah tercapai sesuai target penjualan tahunan berdasarkan tahun fiskal Jepang pada April 2017-Maret 2018. Kendati demikian, pencapaian tersebut tidak membuat mereka cepat berpuas. Sejumlah langkah telah dipersiapkan Fujifilm untuk meningkatkan performanya. Apa saja yang mereka lakukan? Simak ulasannya berikut ini:

1. Membuka gerai terbaru‎ Wonder Photo Shop (WPS)

Dalam waktu dekat Fujifilm akan membuka gerai terbaru Wonder Photo Shop (WPS), toko yang menarik bagi generasi muda. Konsep Wonder Photo Shop berasal dari Fuji Tokyo. Perusahaan memutuskan bereksprimen di Jepang dengan menghadirkan konsep toko ritel yang bernuansa kafe agar dapat selaras dengan anak muda. Selain WPS, perusahaan juga mengubah konsep untuk Fuji Digital Imaging. Berbeda dengan yang dulu, sekarang konsep dibuat terbuka sehingga konsumen bisa masuk dan menyentuh display. Saat ini gerai WPS bisa Anda jumpai di Mall Kota Kasablanka Jakarta.

2. Menggelar workshop di beberapa kota besar

Dalam rangka memperkenalkan produk, Fujifilm akan menggelar beberapa kegiatan. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman bagi pengguna. Salah satunya dengan menyambangi beberapa kota besar di Indonesia untuk melakukan workshop.

3. Meluncurkan Produk Baru dan Inovatif

Fujifilm baru saja meluncurkan Instax SP-3, perangkat printer mini yang memudahkan penggunanya mencetak foto. Instax Share SP-3 bisa tersambung dengan smartphone dan kamera digital melalui konektivitas Wi-Fi. Karena perangkat ini kompatibel dengan smartphone, maka untuk menggunakannya dibutuhkan aplikasi Instax Share yang bisa diunduh melalui perangkat Android maupun iOS. Selain bisa dicetak, aplikasi ini juga sudah mendukung media sosial foto terkemuka seperti Instagram, Facebook, Weibo, Dropbox, Google Photos, dan lainnya. Untuk desainnya bisa dikatakan praktis karena kecil dan ringan sehingga memungkinkan untuk dibawa kemana-mana.

4. Menghadirkan Ukuran Baru

Strategi lain yang dilakukan perusahaan adalah menghadirkan ukuran cetakan baru, seperti kotak 10×10 cm, layaknya foto di aplikasi Instagram.  (berbagai sumber)