Teknologi informasi sudah menjadi platform andalan untuk mengumpulkan data. Untuk mengubah data menjadi intelijen bisnis membutuhkan strategi yang konsisten dan terbukti berhasil. Artinya, Lean Six Sigma menempati daftar teratas yang bisa Anda pilih.

Six Sigma berfokus pada penghilangan cacat (defect) dalam suatu proses sementara Lean berfokus pada penghilangan pemborosan (waste) dalam suatu proses dengan meningkatkan nilai bagi pengguna akhir. Ketika menggunakan big data dari IoT untuk implementasi Lean Six Sigma maka organisasi akan menerima manfaat yang lebih besar dari sebelumnya.

Sebagai contoh penerapan Lean Six Sigma ke supply chain. Sebuah studi yang dilakukan Institute of Electrical and Electronics Engineers menemukan bahwa bisnis hari ini mengelola supply chain yang lebih kompleks dan semakin kompetitif, sementara mereka juga memiliki jangkauan global dan semua ingin memenangkan persaingan dengan memberikan layanan terbaik.

Dalam studi ini, para peneliti menemukan bahwa “Pendekatan Lean Six Sigma dalam supply chain global menggunakan Industri 4.0 dan IoT dapat menciptakan aliran proses ideal yang sangat optimal dan bebas dari cacat dan pemborosan.”

 The Manufacturer mengidentifikasi tiga area dimana Lean Six Sigma dapat mempercepat implementasi teknologi baru :

Pertama, memastikan keterlibatan pelanggan tetap menjadi yang terdepan saat organisasi pindah ke Industri 4.0
Kedua, menggunakan pelajaran dari kemajuan teknologi sebelumnya untuk mengoptimalkan penggunaan IoT
Ketiga, menggunakan assessment risiko dalam penerapan IoT dan Industri 4.0

IoT dan Industri 4.0 menawarkan keuntungan bisnis melalui data dan potensi intelijen bisnis. Namun, untuk mendapatkan proses berkualitas para manajer dan karyawan juga membutuhkan pengetahuan tentang perbaikan proses yang berkesinambungan. Lean Six Sigma mampu berperan aktif untuk memastikan bahwa teknologi baru dapat memberikan nilai lebih dalam operasi. Ingat, teknologi akan memberi keuntungan besar bagi organisasi ketika proses telah solid.

Baca juga  Tiga Prinsip Utama Metode Design Thinking