Clearly, Lean Six Sigma is becoming increasingly more relevant to industries.”

Dulu hanya komputer dan ponsel yang bisa terhubung ke internet, kini internet of things (IoT) bisa membentuk dunia yang benar-benar terhubung. IoT adalah bagian dari apa yang kita sebut Industri 4.0, atau pergolakan besar keempat dalam sejarah industri. Ini paling terkait dengan manufaktur tetapi juga dapat diterapkan di banyak industri lain. Industri 4.0 melibatkan faktor-faktor berikut:

1. Peningkatan pesat jumlah data, daya komputasi, dan konektivitas (IoT adalah pendorong utama di bidang ini).

2. Meningkatnya penggunaan data analytics untuk mendorong strategi bisnis

3. Munculnya machine learning dan artificial intelligence

4. Kemajuan instruksi digital di dunia fisik

Penggunaan IoT dalam bisnis ditujukan untuk mengumpulkan informasi dari objek dan orang-orang di “dunia nyata” melalui sensor yang mampu berbagi informasi satu sama lain dan terhubung ke internet. Data yang dikumpulkan melalui IoT ini akan menjadi informasi penting bagi perusahaan untuk merampingkan operasi.

Misalnya, ini dapat membantu manajer supply chain mengetahui di mana posisi truk, kereta api dan kapal, serta jumlah inventaris di gudang. Untuk operasi perawatan kesehatan, sensor yang dipakaikan pasien dapat mengirimkan data real-time tentang kondisi fisik mereka ke profesional medis yang berada di lokasi berbeda. Salah satu yang paling menarik adalah penemuan mobil otonom. Gartner mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan ada lebih dari 26 miliar perangkat yang saling terhubung (beberapa memperkirakan akan lebih dari 100 miliar). IoT adalah jaringan raksasa dimana semua hal menjadi terhubung, dengan hubungan people-people, people-things, dan things-things.

Lean Six Sigma dan IOT

Semua hal tentang data telah berubah. Jika dulu tantangannya adalah mengumpulkan dan menyimpan saat ini lebih pada mencari cara terbaik untuk menggunakannya. Dan disinilah tools dan teknik Lean Six Sigma dapat memainkan perannya.

Baca juga  Inilah Keuntungan Menggunakan Lean Six Sigma ke dalam Proses Bisnis

Dengan IoT, jumlah data yang tersedia akan tumbuh lebih besar dari yang ada saat ini. Misalnya, peritel akan memiliki informasi yang lengkap tentang kebiasaan belanja pelanggan. Produsen akan memiliki detail di setiap fase dari proses apa pun. Pejabat transportasi akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang di mana masalah terjadi di kota dan bagaimana mengalokasikan anggaran untuk melakukan perbaikan jalan dan menyediakan transportasi umum yang lebih baik.

Namun, sebelum dapat digunakan, data harus diformat sedemikian rupa sehingga dapat dianalisis untuk mendapatkan wawasan yang dapat meningkatkan bisnis. Itu adalah langkah pertama dalam proses Lean atau Six Sigma – menganalisis data untuk mengetahui di mana operasi itu berada dan perubahan apa yang perlu dilakukan.

Dengan menyelaraskan IoT dan Industri 4.0 dengan metodologi Lean Six Sigma, organisasi dapat lebih memanfaatkan data dalam jumlah besar untuk membuat operasi lebih efisien dan menyediakan produk dan layanan pelanggan yang lebih baik.