Meskipun sama-sama menggunakan pendekatan LEAN, lean startup dan lean enterprise merupakan metode operasional yang berbeda karena dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang berbeda.

Pada 2008, seorang founder startup di Amerika Serikat bernama Eric Ries menulis buku berjudul Lean Startup, yang dengan cepat populer menjadi buku teks para pendiri startup di seluruh dunia.

Lean Startup menawarkan jawaban bagi keresahan dan kegelisahan mereka, yang selalu bertanya “Mengapa customer tidak membeli produk saya?” Pertanyaan yang tidak terjawab ini telah membuat banyak startup gagal.

Penggunaan kata ‘lean’ pada judul buku itu mungkin dapat membingungkan bagi praktisi operational excellence, yang terbiasa menggunakan metodologi Lean Enterprise dalam projek continuous improvement.

Lalu tiba-tiba saja muncul istilah Lean Startup. Apa maksudnya? Peduli apa para startup founder itu dengan lean? Apa hubungannya lean dengan startup? Kita akan membahas sejumlah perbedaan antara lean startup dan lean enterprise di artikel ini.

Perbedaan “Jenis Perusahaan”

Seperti namanya, Lean startup diperuntukkan untuk startup sementara Lean enterprise diperuntukkan untuk enterprise. Maka, salah satu perbedaan utama dari kedua metodologi ini terletak di jenis perusahaan dimana lean diterapkan.

Startup berbeda dari perusahaan yang lain. Menurut Ries dalam bukunya, startup adalah organisasi yang didirikan di tengah ketidakpastian yang ekstrim. Di startup, hanya ketidakpastian yang dapat dipastikan.

Saat mendirikan startup, Anda sebenarnya tidak tahu apa produknya, untuk konsumen yang mana, bagaimana model bisnisnya dan infrastruktur apa yang harus dipersiapkan. Membangun startup sebenarnya adalah upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Mengapa bisa ada perusahaan didirikan sementara pendirinya masih tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar tersebut? Itu karena inovasi. Jika Anda ingin membuat startup, hal pertama yang akan ditanya orang adalah apakah perusahaan lain belum membuat produk yang sama. Bila Anda membuat produk yang telah ada di pasar, maka Anda bukan startup dalam konteks Lean startup. Anda adalah another new company, karena startup hanya menawarkan inovasi.

Sebenarnya, semua produk yang kita jumpai hari ini pernah diawali oleh sebuah startup. Mulai dari restoran cepat saji, mobil murah hingga ponsel pintar dengan layar sentuh. McDonald’s, Ford dan Apple pernah menjadi startup.

Namun, saat produknya sudah diterima masyarakat dan perusahaan menjadi besar, ketiga perusahaan itu berubah dari startup menjadi enterprise. Jika ada perusaan lain ingin ikut ke industri yang sudah matang seperti yang sudah dibuat oleh ketiganya, maka perusahaan tersebut juga bukan startup.

Jika kita sudah dapat membedakan antara startup dengan perusahaan lain, maka kita akan mengetahui kapan menggunakan Lean Startup dan kapan menggunakan Lean Enterprise, karena keduanya digunakan untuk menjawab tantangan perusahaan yang berbeda pula.