Ekspektasi perilaku dan rencana penilaian yang jelas akan membawa Anda cepat mencapai tujuan.

Organisasi akan mendapatkan nilai investasi lebih jika berhasil menjadikan lean sebagai perilaku, bukan lagi sekedar tool. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme pengukuran untuk mengetahui apakah organisasi kita telah membangun budaya secara efektif.

Dengan kata lain, jika Anda menggunakan PDCA (Plan – Do – Check – Act), maka Anda perlu menambahkan cara evaluasi (Study, or Check) efektivitas rencana. Untuk membantu Anda dalam membangun sistem manajemen (untuk mengukur dan meningkatkan budaya), Anda bisa mengikuti 5 langkah efektif berikut sebagaimana kami rangkum dari IndustryWeek :

  1. Artikulasikan Budaya Anda. Untuk mengevaluasi keberhasilan budaya, Anda perlu berbicara perilaku yang melekat di dalamnya secara efektif. Seringkali orang-orang berniat membangun “budaya Lean”, tetapi tidak spesifik mengatakan seperti apa budaya ini. Alih-alih berfokus pada tujuan, lebih baik menempatkan fokus kita pada perilaku atau tindakan. Misalnya, intoleransi diperlukan untuk menghilangkan pemborosan dan setiap orang harus dipaksa untuk memenuhinya. Pemecahan masalah adalah tool, tetapi tindakan yang bernilai mengarah pada sebab-akibat. Ketika menghilangkan pemborosan menjadi tugas, tentu sulit untuk mengukur kemajuan dan tanggungjawab seseorang tanpa ekspektasi yang jelas. Pastikan bahwa setiap tindakan dapat diamati sehingga Anda dapat melihat seseorang melakukannya untuk mengevaluasi kesuksesan.
  2. Miliki Rencana Perubahan Perilaku. Organisasi memiliki rencana sumber daya, rencana keuangan, dan rencana produksi. Tetapi apakah mereka juga mempunyai rencana bagaimana memimpin perubahan budaya? Jika organisasi menginginkan perubahan budaya, maka mereka perlu menciptakan pengalaman baru di semua hal, mulai dari bagaimana para pemimpin menghabiskan waktu mereka hingga bagaimana mereka bereaksi terhadap masalah. Pengalaman ini akan membangun budaya organisasi Anda.
  3. Lakukan Observasi. Pemimpin harus mengamati perilaku karyawannya secara teratu, ini untuk menilai apakah budaya telah berfungsi sesuai ekspektasi. Namun, pengamatan individu saja tidak cukup karena hasilnya bisa sangat bias, diperlukan adanya keselarasan antara pemimpin. Pemimpin juga harus bersatu untuk berbagi, menyelaraskan pengamatan untuk mendapatkan kesimpulan yang komprehensif dan mendiskusikan tindakan potensial selanjutnya.
  4. Lakukan Assessment. Assessment perlu dilakukan secara terorganisir untuk menilai upaya lean sejalan dengan metrik yang ditentukan atau tidak. Kita bisa mengetahui sejauh mana dukungan yang diberikan manajemen dan ketimpangan metrik. Dalam proses ini, kita mengumpulkan data yang cukup untuk menarik kesimpulan yang kredibel dan dapat ditindaklanjuti. Setelah assessment selesai, buat rencana aksi yang jelas dan komunikasikan dengan mereka yang terlibat.
  5. Manfaatkan Survei. Metode survei yang dirancang dan dilaksanakan dengan benar dapat memberikan data periodik, data ini akan menunjukkan adanya pencapaian atau tidak. Mereka juga dapat memberikan data narasi subjektif yang akan membantu Anda memahami mengapa budaya mengakar atau tidak. Setelah Anda memahami budaya Anda, maka Anda dapat menyusun rencana untuk mencapai tujuan Anda.
Baca juga  Benarkah Millenial Krisis Loyalitas?